MONTERREY, Meksiko – Laga krusial Grup A yang berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada 24 Juni menjadi sorotan tajam setelah Korea Selatan memutuskan untuk mencadangkan kapten sekaligus pemain bintang mereka, Son Heung-min. Keputusan taktis ini diambil oleh pelatih untuk memberikan penyegaran di lini depan setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya melawan Meksiko.
Sebagai pengganti Son Heung-min, Korea Selatan menurunkan Oh Hyeon-gyu untuk memimpin serangan. Oh diharapkan dapat memberikan dimensi baru dan efektivitas lebih tinggi di depan gawang lawan, mengingat peran krusialnya sebagai pemain pengganti pada laga terakhir tim. Langkah ini menunjukkan upaya Korea Selatan untuk mencoba skema serangan yang berbeda guna meraih hasil maksimal di fase grup.
Di sisi lain, tantangan besar dihadapi oleh tim nasional Afrika Selatan. Pelatih Hugo Broos terpaksa melakukan perombakan besar pada lini tengah mereka setelah dua pilar utama, Teboho Mokoena dan Themba Zwane, dipastikan absen karena hukuman akumulasi kartu atau suspensi. Ketiadaan dua pemain kunci ini memaksa Broos untuk memutar otak dalam menyusun strategi permainan.
Untuk menambal celah tersebut, Hugo Broos memasukkan gelandang serang berbakat, Relebohile Mofokeng, ke dalam susunan pemain utama. Selain itu, sektor sayap juga mengalami perubahan dengan diturunkannya Thapelo Maseko dan Oswin Appollis. Perubahan komposisi pemain ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan tim saat harus meladeni permainan agresif dari Korea Selatan.
Susunan pemain Korea Selatan yang diturunkan dalam laga ini adalah Kim Seung-gyu sebagai penjaga gawang, didukung oleh lini belakang yang diperkuat Lee Han-beom, Kim Min-jae, Lee Tae-seok, dan Seol Young-woo. Sementara itu, lini tengah diisi oleh Lee Gi-hyuk, Hwang In-beom, dan Paik Seung-ho, dengan Hwang Hee-chan, Lee Kang-in, dan Oh Hyeon-gyu yang bertugas menopang daya dobrak tim.
Afrika Selatan sendiri tampil dengan formasi yang dipimpin oleh kiper Ronwen Williams. Barisan pertahanan mereka diisi oleh Aubrey Modiba, Mbekezeli Mbokazi, Khuliso Mudau, dan Ime Okon. Lini tengah yang menjadi fokus perombakan dipercayakan kepada Thalente Mbatha, Sphephelo Sithole, Oswin Appollis, dan Relebohile Mofokeng, sementara Thapelo Maseko dan Evidence Makgopa menjadi ujung tombak untuk mengancam pertahanan lawan.