Kongres Wanita Indonesia (Kowani) secara resmi memanfaatkan momentum penayangan film "Jangan Buang Ibu" di Senayan XXI, Jakarta, pada Rabu (1/7), sebagai sarana strategis untuk mengampanyekan pelestarian sejarah perjuangan perempuan serta penguatan nilai-nilai keluarga di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut perayaan 100 Tahun Kowani yang akan datang.
Ketua Umum Kowani periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa perempuan merupakan pewaris utama karakter bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam menghadirkan solusi nyata guna memajukan kualitas hidup perempuan Indonesia di berbagai sektor kehidupan.
Pemilihan film "Jangan Buang Ibu" sebagai media edukasi didasarkan pada pesan moral yang kuat mengenai kasih sayang, bakti kepada orang tua, serta ketulusan perempuan dalam membangun fondasi keluarga yang harmonis. Kowani menilai bahwa pendekatan melalui karya seni perfilman sangat efektif untuk menyentuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati peran ibu.
Dalam kesempatan tersebut, Kowani turut mengajak masyarakat untuk mengapresiasi sosok-sosok perempuan dalam keluarga yang digambarkan memiliki kekuatan, pengorbanan, serta ketulusan luar biasa. Narasi tersebut diharapkan dapat membangun karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap peran sentral perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain aspek edukasi moral, Nannie juga mengimbau masyarakat yang memiliki arsip atau dokumen sejarah terkait Kongres Perempuan Indonesia untuk berpartisipasi dalam program "Kowani Goes to UNESCO Memory of the World". Program ini bertujuan untuk menghimpun dan melestarikan rekam jejak perjuangan perempuan Indonesia agar dapat diakui sebagai warisan dunia.
Lebih lanjut, Kowani terus memperluas kolaborasi melalui gerakan "1.000 Profesi, 1.000 Organisasi, 1.000 Komunitas, dan 1.000 Solusi". Inisiatif ini dirancang untuk melibatkan lintas sektor dalam mengatasi berbagai persoalan krusial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, serta penyalahgunaan narkoba, demi masa depan bangsa yang lebih baik.