Gaya Hidup

Krug Gelar Krug in the Kitchen di Singapura, Hadirkan Koki Asia Tenggara

Ringkasan

  • Maison Krug menggelar Krug in the Kitchen di Singapura, 24 Juli 2026, menghadirkan sembilan koki Asia Tenggara untuk merayakan pra-rilis Krug Grande Cuvee 174eme Edition.

Maison Krug menggelar acara Krug in the Kitchen di Jurong Lake Gardens, Singapura, pada 24 Juli 2026, menghadirkan sembilan koki terkemuka Asia Tenggara untuk merayakan peluncuran pra-rilis Krug Grande Cuvee 174eme Edition. Acara ini menjadi debut regional dari edisi terbaru yang diciptakan oleh cellar master Julie Cavil, meracik 143 wine dari 10 vintage berbeda dan dimatangkan tujuh tahun di gudang Krug. Filosofi pendiri Joseph Krug yang memperlakukan setiap kebun anggur sebagai bahan makanan unik menjadi landasan pembuatan blend ini.

Dalam rangkaian acara, program BYOK (Bring Your Own Krug) dipimpin oleh Augustine Kum dari Moomba Singapura, Jojo Madrid dari PWX Filipina, dan Tam Chaisiri dari Nusara Thailand, menunjukkan kolaborasi lintas negara dalam mengeksplorasi pasangan champagne dan makanan. Workshop memasak kemudian mengumpulkan koki seperti Kirk Westaway (Jaan), Sun Kim (Meta), Denis Lucchi (Buona Terra), Kazumine Nishida (Shoukouwa), Daniele Sperindio (Art di Daniele Sperindio), Kenjiro Hashida (Iyasaka), Masashi Horiuchi (Potager), Kim Hock Su (Au Jardin), dan Julien Royer (Odette). Setiap koki menciptakan snack berbahan yang pernah menjadi fokus program single ingredient Krug, seperti bell pepper croquette dengan tuile rumput laut, fish & chips berupa mousse kentang dan kaviar, serta tomato tart dengan terong panggang.

Krug memposisikan champagne tidak hanya sebagai minuman perayaan, melainkan sebagai komponen gastronomi yang mendorong kreativitas koki. Pendekatan ini memperkuat narasi pairing di kalangan kuliner Asia Tenggara, di mana restoran fine dining semakin mencari pengalaman minum yang terstruktur. Di Indonesia, tren champagne premium mulai diminati kalangan menengah atas di Jakarta dan Bali, meskipun acara skala internasional seperti Krug masih jarang digelar. Importer besar seperti Pernod Ricard Indonesia telah mengadakan wine dinner, namun kolaborasi tingkat ambassador global belum banyak melibatkan chef lokal.

Julie Cavil menegaskan bahwa setiap plot anggur diperlakukan sebagai bahan makanan yang memiliki karakter sendiri, sedangkan Julien Royer menyoroti bagaimana Krug mendorong koki untuk mengeksplorasi rasa di luar zona nyaman. Kutipan tersebut mencerminkan semangat eksperimen yang menjadi ciri Krug sejak dulu. Sepanjang September hingga Oktober 2026, restoran Krug Ambassade di Singapura dan Malaysia akan menyajikan menu pairing khusus, membu menu yang dirancang untuk melengkapi Grande Cuvee 174eme Edition, membuka peluang bagi pengalaman serupa di pasar Indonesia.

Tantangan utama bagi penetrasi Krug di Indonesia terletak pada harga premium, bea cukai alkohol yang tinggi, dan regulasi ketat yang membatasi distribusi massal. Meskipun demikian, permintaan akan pengalaman kuliner berbasis champagne terus tumbuh, didorong oleh pertumbuhan restoran fine dining dan wisata kuliner. Acara Krug in the Kitchen menandakan pergeseran budaya minum champagne dari simbol status menjadi elemen integral pengalaman gastronomi, menciptakan ruang baru bagi ekosistem kuliner Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Acara ini menunjukkan bagaimana merek champagne global membangun narasi pairing yang melibatkan koki terkemuka, menciptakan standar baru bagi pengalaman minum premium. Bagi pasar Indonesia, tren ini menginspirasi restoran fine dining dan importer untuk mengembangkan program serupa, meskipun hambatan regulasi dan pajak tetap menjadi tantangan. Jangka panjang, kolaborasi chef-ambassador bisa memperluas basis konsumen champagne di kalangan profesional kuliner Indonesia, bukan hanya kalangan elit tradisional.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
24 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit