Bisnis & Startup

Laba Inti Prosus Melonjak 84 Persen, Seluruh Lini Bisnis Regional Catatkan Keuntungan

Laba Inti Prosus Melonjak 84 Persen, Seluruh Lini Bisnis Regional Catatkan Keuntungan

Ringkasan

  • Prosus melaporkan lonjakan laba inti 84 persen didorong oleh profitabilitas di seluruh wilayah operasional dan pertumbuhan kuat di sektor pengiriman makanan serta marketplace.

Perusahaan operator layanan digital asal Belanda, Prosus, mengumumkan pencapaian finansial yang signifikan pada Senin, dengan melaporkan lonjakan laba inti yang disesuaikan sebesar 84 persen untuk tahun fiskal penuh. Keberhasilan ini didorong oleh kinerja impresif dari seluruh platform konsumen mereka yang untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan profitabilitas di semua wilayah operasional.

Secara rinci, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan pada portofolio layanan digital dan e-commerce perusahaan mencatatkan kenaikan sebesar 84 persen, mencapai angka 1,3 miliar dolar AS atau setara dengan 1,14 miliar euro. Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang melonjak 57 persen menjadi 9,7 miliar dolar AS.

Prosus, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh konglomerat asal Afrika Selatan, Naspers, telah menjalani transformasi strategis selama dua tahun terakhir. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai holding investasi pasif ini, kini secara aktif mengoperasikan berbagai layanan digital konsumen, mulai dari pengiriman makanan, layanan perjalanan, hingga teknologi finansial (fintech) di pasar strategis seperti Eropa, Amerika Latin, dan India.

Kinerja operasional yang kuat ini juga tercermin dalam arus kas bebas (free cash flow) perusahaan yang mencapai rekor tertinggi sebesar 1,5 miliar dolar AS, meningkat dari 1 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, Prosus memutuskan untuk menaikkan dividen tahunan sebesar 40 persen menjadi 28 euro sen per lembar saham.

Kontribusi signifikan datang dari platform pengiriman makanan Eropa, Just Eat Takeaway.com, yang diakuisisi senilai 4,1 miliar euro tahun lalu. Platform ini berhasil menyumbang pendapatan sebesar 1,9 miliar dolar AS dengan EBITDA yang disesuaikan mencapai 83 juta dolar AS. Keberhasilan integrasi ini menjadi bukti efektivitas strategi akuisisi yang dilakukan Prosus dalam memperluas jangkauan pasar mereka.

Selain itu, platform pengiriman makanan di Amerika Latin, iFood, mencatatkan pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 178 persen menjadi 400 juta dolar AS. Sementara itu, marketplace daring OLX di Eropa turut menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan EBITDA sebesar 61 persen menjadi 481 juta dolar AS, memperkuat posisi dominan Prosus di berbagai segmen ekonomi digital global.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan transformasi Prosus dari perusahaan investasi pasif menjadi operator digital menunjukkan pola bisnis yang harus dicermati oleh startup di Indonesia dalam mengoptimalkan monetisasi di berbagai lini. Selain itu, keterlibatan Prosus dalam ekosistem Tencent dan investasi global lainnya memberikan gambaran bagi investor lokal mengenai tren pertumbuhan sektor teknologi yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
29 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit