Bisnis & Startup

Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi Harsa, Perkuat Segmen Busana Premium

Ringkasan

  • Lakon Indonesia luncurkan Harsa dan beralih ke ready-to-wear deluxe untuk pasar premium menengah di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
  • Theresia Mareta tegaskan langkah ini ikuti perkembangan pasar.

Lakon Indonesia memperkenalkan koleksi terbaru bernama Harsa sekaligus memulai transisi dari jenama streetwear menuju segmen ready-to-wear deluxe. Perubahan arah ini diumumkan langsung oleh pendiri Lakon Indonesia, Theresia Mareta, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Brand yang lahir pada 2018 tersebut menyasar kelas menengah dengan produk bergaya premium namun tetap mengangkat kekayaan karya tangan lokal.

Koleksi Harsa menghadirkan palet warna cerah yang kerap diasosiasikan dengan perayaan. Menurut Theresia, pemilihan nama tersebut bukan sekadar estetika, melainkan merepresentasikan kebahagiaan dalam bahasa Sansekerta. Busana ini dirancang sebagai interpretasi visual terhadap rasa sukacita, sekaligus menjadi benang merah dengan koleksi sebelumnya yang sudah dikenal pasar.

Latar belakang penyegaran produk ini bermula dari dinamika pasar busana dalam negeri yang semakin cepat berubah. Konsumen kelas menengah kini mencari pakaian yang tidak hanya trendi di jalanan, tetapi juga layak pakai dalam berbagai suasana formal maupun santai. Lakon Indonesia membaca kebutuhan itu dan memutuskan untuk melebarkan sayap ke kategori deluxe yang lebih luwes.

Theresia menegaskan bahwa strategi perluasan koleksi erat kaitannya dengan upaya menjaga keberlanjutan para pengrajin. Ratusan tangan terampil dari berbagai wilayah di Pulau Jawa terlibat dalam setiap proses produksi Lakon Indonesia. Tantangan distribusi dan standar kualitas internasional diakui cukup berat, namun ia optimistis jenama lokal mampu bersaing di pasar global.

Sejak didirikan delapan tahun lalu, Lakon Indonesia konsisten mengangkat karya tangan Indonesia sebagai identitas utama. Awalnya mereka bermain di segmen streetwear dengan sentuhan budaya lokal. Kini, dengan Harsa, mereka mengeksekusi produk yang lebih matang dan tepat sasaran bagi konsumen yang menginginkan busana premium bernuansa Nusantara.

Pergerakan Lakon Indonesia memberi sinyal penting bagi industri kreatif Tanah Air. Brand lokal tidak lagi terjebak pada pasar domestik semata, tetapi mulai merambah jaringan internasional melalui pemanfaatan platform digital. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem fashion Indonesia siap bertarung di level premium asalkan didukung riset pasar yang serius.

Fakta bahwa koleksi Lakon Indonesia sudah terjual ke Swiss, Belanda, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia sejak tahun lalu menjadi bukti nyata daya saing produk lokal. Banyak pelaku UMKM masih mengandalkan etalase fisik, sementara Lakon memadukan toko luring dengan toko daring untuk menjangkau konsumen lintas benua. Pendekatan omnichannel seperti ini relevan dengan kebiasaan belanja masyarakat modern.

China muncul sebagai pasar paling potensial bagi ekspansi mereka. Theresia menilai konsumen di negara tersebut tergolong konsumtif dan terbuka terhadap produk bergaya unik dari luar negeri. Kehadiran busana Indonesia yang kaya motif dan craftsmanship bisa menjadi diferensiasi di tengah pasar fashion global yang semakin homogen.

"Harsa dalam bahasa Sansekerta memang bermakna kebahagiaan," ujar Theresia dalam sesi konferensi. Ia menambahkan bahwa koleksi tersebut menjadi penanda kematangan brand dalam mengeksekusi ide kreatif menjadi produk komersial. Menurutnya, segmentasi busana premium harus selalu berkorelasi dengan kesejahteraan para pengrajin lokal yang menjadi tulang punggung produksi.

Lebih lanjut, Theresia membeberkan capaian distribusi global mereka. "Sejak tahun lalu koleksi kami terjual hingga ke Swiss, Belanda, Amerika Serikat, China, Singapura dan Malaysia," kata dia. Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa batas geografis tidak lagi menjadi hambatan bagi jenama yang serius mengelola rantai pasok dan pemasaran daring.

Ke depan, Lakon Indonesia dijadwalkan memamerkan koleksi Harsa pada gelaran JF3 Fashion Festival 2026. Ajang tersebut diprediksi menjadi panggung untuk memperkenalkan versi deluxe kepada buyer internasional dan media global. Persiapan matang diperlukan agar produk yang dikirim memenuhi standar ekspor dan cita rasa pasar yang dituju.

Tren busana premium berbasis craftsmanship lokal diproyeksikan terus tumbuh seiring kesadaran konsumen akan keberlanjutan. Lakon Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi antara desainer, pengrajin, dan teknologi penjualan digital dapat menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Langkah adaptif seperti ini menjadi kunci agar brand Indonesia tidak sekadar mengikuti, tetapi ikut membentuk pasar mode dunia.

Mengapa Ini Penting

Ekspansi Lakon Indonesia membuktikan bahwa brand fashion lokal dapat menembus pasar global tanpa harus bergantung pada modal raksasa, cukup dengan memanfaatkan toko daring dan narasi budaya yang kuat. Hal ini memberi pelajaran berharga bagi UMKM Indonesia bahwa segmen premium terbuka lebar jika produk dibekali keunikan serta keberlanjutan sosial. Di tengah derasnya impor busana, keberhasilan ini menguatkan posisi ekonomi kreatif sebagai penopang devisa non-migas. Masyarakat luas turut terinspirasi bahwa warisan karya tangan Nusantara memiliki nilai jual tinggi di era digital.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit