Paul Mullin, sosok sentral di balik kebangkitan luar biasa Wrexham AFC di bawah kepemilikan bintang Hollywood Ryan Reynolds dan Rob McElhenney, resmi meninggalkan klub tersebut. Keputusan ini diambil melalui kesepakatan bersama, yang sekaligus mengakhiri masa bakti lima tahun sang penyerang yang penuh dengan catatan sejarah bagi klub asal Wales Utara tersebut.
Sejak didatangkan secara gratis dari Cambridge United pada tahun 2021, Mullin telah bertransformasi menjadi ikon yang dicintai oleh para penggemar di Racecourse Ground. Popularitasnya bahkan melampaui batas geografis, berkat perannya yang menonjol dalam serial dokumenter populer berjudul Welcome to Wrexham yang memperkenalkan kisah klub tersebut ke mata dunia.
Selama membela panji Wrexham, Mullin menorehkan statistik impresif dengan mencetak 110 gol dari 172 penampilan di berbagai kompetisi. Salah satu puncak kontribusinya adalah saat ia memimpin tim menjuarai National League pada tahun 2023, yang sukses mengakhiri penantian 15 tahun klub untuk kembali berkompetisi di English Football League.
Manajer Wrexham, Phil Parkinson, memberikan penghormatan khusus atas dedikasi Mullin selama ini. Menurutnya, peran Mullin dalam narasi kesuksesan klub selama lima tahun terakhir tidak bisa diremehkan begitu saja. Berbagai gol krusial dan momen magis yang ia ciptakan akan selalu dikenang oleh para suporter sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah emas klub.
Namun, perannya mulai berkurang seiring dengan meningkatnya level kompetisi yang dihadapi Wrexham. Pada April 2025, klub berhasil mengamankan promosi ketiga secara berturut-turut untuk mencapai Championship setelah absen selama empat dekade. Mullin sendiri sempat menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman, yang mengindikasikan pergeseran rencana taktis tim di level yang lebih tinggi.
Kepergian Mullin menandai penutupan bab penting dalam era modern Wrexham. Meskipun klub berhasil finis di posisi ketujuh musim lalu, hanya terpaut dua poin dari zona playoff promosi Premier League, warisan Mullin sebagai mesin gol yang membawa klub keluar dari liga bawah akan tetap tercatat dalam buku sejarah klub sebagai salah satu transfer paling sukses di era kepemilikan baru.