Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, mengaku kesulitan mencari kata-kata untuk mendeskripsikan performa luar biasa Lionel Messi. Pernyataan ini muncul setelah sang kapten mencatatkan sejarah baru sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut, saat Argentina meraih kemenangan 3-1 atas Yordania di Dallas, Sabtu lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Messi memulai laga dari bangku cadangan dan baru diturunkan pada menit ke-60. Meski bermain sebagai pemain pengganti, ia tetap mampu memberikan dampak instan melalui tendangan bebas akurat pada menit ke-80. Gol ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang ia pegang bersama legenda sepak bola Just Fontaine dari Prancis dan Jairzinho dari Brasil.
Menanggapi penampilan konsisten Messi, Scaloni mengakui bahwa dirinya merasa canggung setiap kali harus menjawab pertanyaan media mengenai kualitas sang mega bintang. Menurut Scaloni, Messi sebenarnya mampu bermain penuh selama 90 menit, namun ia memilih untuk memberikan kesempatan kepada rekan setimnya dan menjaga kondisi fisik untuk laga-laga krusial di babak gugur.
Lebih lanjut, Scaloni menekankan bahwa Messi tidak terlalu memikirkan rekor pribadi atau angka-angka statistik yang ramai dibicarakan publik. Fokus utama sang kapten tetap pada kontribusi untuk tim. Bagi sang pelatih, kejutan demi kejutan yang diberikan Messi di lapangan hijau menjadi bukti bahwa level permainannya masih berada di atas pemain lainnya.
Kemenangan Argentina atas Yordania juga diwarnai oleh performa apik pemain lain, dengan Giovani Lo Celso dan Lautaro Martinez masing-masing menyumbang gol. Scaloni sengaja melakukan sembilan perubahan dalam daftar susunan pemain utama untuk memberikan menit bermain kepada seluruh skuad, sebuah target yang sejak awal memang menjadi prioritas sang pelatih di turnamen ini.
Menatap babak 32 besar, Argentina dijadwalkan akan menghadapi tim debutan, Tanjung Verde, di Miami. Scaloni menegaskan bahwa ia tidak akan meremehkan lawan berikutnya. Ia menyoroti ketangguhan Tanjung Verde yang sebelumnya mampu menahan imbang tim-tim kuat seperti Spanyol dan Uruguay, seraya menekankan bahwa laga mendatang akan menjadi ujian berat bagi skuad asuhannya.