Liverpool menelan kekalahan 4-2 dari Leeds United dalam pertandingan pramusim yang digelar di Chicago, Amerika Serikat, pada Minggu malam waktu setempat. Skor tersebut menutup rangkaian tur pramusim di Negeri Paman Sam dengan catatan yang jauh dari memuaskan. Namun, yang lebih mengkhawatirkan bagi jajaran pelatih bukan sekadar hasil akhir, melainkan kondisi fisik Jeremie Frimpong yang meminta digantikan di tengah babak kedua.
Andoni Iraola, manajer anyar Liverpool yang menggantikan Arne Slot pada Juni lalu, langsung memberikan penjelasan terkait situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Frimpong tidak mengalami cedera serius. Sang manajer asal Spanyol itu menyebut kondisi bek sayap asal Belanda itu hanya mengalami kelelahan otot akibat beban latihan yang meningkat selama sesi pertandingan. "Jeremie meminta diganti, tapi saya tidak mengira itu cedera. Hanya kelelahan ringan, dan saya harap tidak ada masalah lebih lanjut," ujar Iraola kepada media klub pasca-pertandingan.
Kendati demikian, kekhawatiran Liverpool terhadap kondisi skuad bukanlah hal baru. Sebelum pertandingan melawan Leeds, klub berjuluk The Reds itu sudah kehilangan beberapa pemain penting karena cedera. Joe Gomez dipastikan melewati awal musim karena mengalami masalah otot dalam kemenangan atas Sunderland. Conor Bradley, Hugo Ekitike, dan Giovanni Leoni juga masih menjalani pemulihan dan belum bisa dimainkan.
Situasi ini jelas menambah tekanan bagi Iraola yang baru menangani Liverpool selama dua bulan. Arne Slot yang sebelumnya menangani klub asal Merseyside itu dipecat menjelang akhir musim lalu, dan kedatangan Iraola diharapkan bisa membawa angin segar. Namun, kenyataannya pelatih berusia 42 tahun itu harus memulai era kepelatihannya dengan menghadapi krisis ketersediaan pemain.
Kekalahan dari Leeds sendiri, menurut Iraola, bukan sepenuhnya buruk. Ia menilai laga tersebut menjadi pelajaran berharga karena Liverpool tampil baik di babak pertama namun mengalami penurunan signifikan di paruh kedua. "Ini mungkin laga persahabatan yang paling berguna yang kami mainkan. Positif di babak pertama, negatif di babak kedua. Kami belajar banyak dan bisa mengambil kesimpulan untuk memperbaiki kekurangan," ungkapnya.
Bagi pembaca Indonesia yang mengikuti perkembangan Liga Primer Inggris, situasi ini tentu menarik perhatian. Liverpool masih menjadi salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air. Jutaan suporter Merah di Indonesia tentu tidak ingin melihat klub kesayangan mereka terpuruk hanya dalam hitungan minggu sebelum kompetisi resmi dimulai. Kekalahan dari Leeds yang notabene klub promosi musim lalu menjadi sinyal peringatan tersendiri.
Jika dilihat dari aspek taktis, absennya Joe Gomez di lini pertahanan merupakan kerugian besar. Pemain internasional Inggris itu merupakan salah satu bek serbaguna yang bisa dimainkan di beberapa posisi. Kehadirannya kerap menjadi solusi ketika Liverpool mengalami kekurangan opsi di lini belakang. Tanpa Gomez, Iraola harus berpikir keras mencari formula pertahanan yang solid.
Kondisi ini juga mengingatkan pada situasi beberapa klub Liga Indonesia yang kerap menghadapi masalah serupa. Klub-klub seperti Persija Jakarta atau Persib Bandung pernah mengalami periode di mana cedera massal menghancurkan rencana musim mereka. Bedanya, kedalaman skuad dan akses terhadap sumber daya medis di klub-klub Premier League jauh lebih baik dibandingkan rata-rata klub di Liga 1.
Liverpool dijadwalkan menghadapi Newcastle United dalam pertandingan pembuka Premier League musim baru pada 23 Agustus mendatang. Artinya, Iraola memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus meracik strategi. Tenggat waktu yang terbilang ketat, mengingat Newcastle bukan lawan yang bisa dianggap remeh di St James' Park.
Situasi ini juga menjadi perhatian bagi industri taruhan dan fantasi sepak bola yang sangat populer di kalangan penggemar Indonesia. Ketersediaan informasi terkini mengenai kondisi pemain menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan. Berita mengenai cedera atau pemulihan pemain sering kali langsung memengaruhi pergerakan pasar taruhan olahraga daring.
Ke depannya, Liverpool perlu menyelesaikan masalah ketersediaan pemain jika ingin bersaing di papan atas. Musim lalu mereka hanya finis di posisi kelima, sebuah capaian yang di bawah ekspektasi mengingat status mereka sebagai klub raksasa. Kembalinya pemain yang sedang cedera menjadi kunci, dan Iraola harus memastikan bahwa rotasi skuad dilakukan dengan cermat agar tidak ada pemain yang terpaksa dimainkan dalam kondisi tidak prima.