Meningkatnya intensitas serangan beruang di berbagai wilayah Jepang telah mendorong masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan diri secara mandiri. Salah satu cara yang paling populer adalah dengan membawa semprotan pengusir beruang (bear spray) ke mana pun mereka pergi. Otoritas setempat bahkan telah memasang kamera pengawas di kawasan pegunungan utara untuk memantau pergerakan satwa liar tersebut demi meminimalisir interaksi berbahaya dengan manusia.
Namun, niat untuk meningkatkan keamanan justru memicu insiden yang tidak terduga. Pada hari Rabu lalu, sebuah kantor pos di Nagoya menjadi saksi bisu ketika semprotan pengusir beruang tidak sengaja terlepas dan menyebarkan zat kimia berbahaya di dalam ruangan. Insiden ini menyebabkan kekacauan di fasilitas publik yang seharusnya aman bagi warga sekitar.
Seorang warga negara Vietnam berusia 22 tahun, Huynh Nhat Duy, ditangkap oleh pihak kepolisian pada hari Kamis atas dugaan tindakan menghalangi operasional bisnis. Berdasarkan laporan Agence France-Presse, pelaku telah menyampaikan permohonan maaf dan mengklaim bahwa pelepasan semprotan tersebut terjadi secara tidak sengaja saat ia berada di lokasi kejadian.
Dampak dari kecelakaan ini cukup signifikan terhadap kesehatan orang-orang di sekitar. Pejabat pemadam kebakaran, Ryohei Asano, mengonfirmasi bahwa delapan orang melaporkan merasa mual dan sesak, di mana lima di antaranya harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Beruntung, tidak ada laporan mengenai cedera serius atau kondisi kritis akibat paparan zat kimia tersebut.
Perlu diketahui bahwa semprotan pengusir beruang mengandung capsaicin, senyawa kimia yang sama dengan yang ditemukan pada cabai pedas. Paparan zat ini pada kulit atau selaput lendir manusia dapat menyebabkan iritasi parah, sensasi terbakar, dan gangguan pernapasan. Oleh karena itu, penggunaan produk ini memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain di ruang publik.
Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan rasa ketakutan mereka setelah melihat seorang wanita harus dievakuasi menggunakan ambulans dari kantor pos yang terletak tidak jauh dari stasiun Kanayama tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat Jepang, sekaligus menjadi peringatan bagi negara lain, bahwa distribusi alat pertahanan diri yang kuat menuntut edukasi penggunaan yang memadai dan tanggung jawab besar dari pemiliknya.