Berita

LRT Jabodebek Kian Jadi Andalan, Pengguna Semester I 2026 Melonjak 23 Persen

LRT Jabodebek Kian Jadi Andalan, Pengguna Semester I 2026 Melonjak 23 Persen

Ringkasan

  • Jumlah pengguna LRT Jabodebek melonjak 23 persen pada Semester I 2026, mencapai lebih dari 16 juta penumpang berkat efisiensi dan integrasi layanan.

LRT Jabodebek semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi publik pilihan masyarakat di tengah dinamika mobilitas perkotaan yang kian tinggi. Keunggulan layanan yang menawarkan kepastian waktu tempuh, bebas dari kemacetan, serta integrasi antarmoda yang mumpuni menjadi faktor utama mengapa masyarakat kini beralih ke moda transportasi berbasis rel ini untuk aktivitas harian.

Data menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang Semester I tahun 2026. Tercatat sebanyak 16.018.911 penumpang telah menggunakan LRT Jabodebek pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 2.978.508 penumpang atau sekitar 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 13.040.403 penumpang.

Peningkatan volume penumpang juga terlihat jelas pada pola penggunaan harian, terutama di hari kerja (weekday). Selama semester pertama tahun 2026, rata-rata jumlah penumpang harian mencapai 115.095 orang, tumbuh sekitar 22 persen dibandingkan rata-rata harian pada periode tahun 2025 yang berada di angka 94.553 penumpang. Hal ini mengonfirmasi bahwa LRT Jabodebek telah menjadi tulang punggung mobilitas bagi para pekerja dan pelajar.

Selain itu, minat masyarakat pada akhir pekan (weekend) juga mengalami pertumbuhan. Rata-rata pengguna pada hari Sabtu dan Minggu meningkat dari 40.436 orang pada Semester I 2025 menjadi 45.516 orang pada Semester I 2026. Secara khusus pada bulan Juni 2026, LRT Jabodebek mencatatkan total 2.807.055 pengguna, dengan lonjakan rata-rata harian mencapai 115.106 orang pada hari kerja dan 50.494 orang pada akhir pekan.

Dari sisi sebaran wilayah, Stasiun Dukuh Atas tercatat sebagai stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada Juni 2026, disusul oleh Stasiun Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Data ini merefleksikan kuatnya konektivitas antara kawasan hunian di wilayah penyangga dengan pusat bisnis dan perkantoran utama di Jakarta, yang memicu efisiensi mobilitas masyarakat secara keseluruhan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan bukti nyata keberhasilan transportasi publik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. KAI berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi layanan, termasuk penyesuaian frekuensi perjalanan di jam sibuk serta menjaga keandalan operasional demi memastikan kenyamanan dan ketepatan waktu bagi seluruh pengguna setia LRT Jabodebek.

Mengapa Ini Penting

Lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek menunjukkan keberhasilan transisi masyarakat urban menuju budaya transportasi publik yang efisien. Tren ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan proyek infrastruktur massal di Indonesia dalam upaya mengurangi beban kemacetan dan menekan jejak karbon di kawasan metropolitan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit