Kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, mencatatkan penampilan impresif sebagai starter saat membawa Ajax Amsterdam memastikan langkah ke babak play-off Liga Conference 2026/27. Dalam laga leg kedua kualifikasi ketiga yang berlangsung di Tolka Park, Dublin, Jumat (14/8), Ajax bermain imbang 2-2 melawan klub Irlandia, Shelbourne FC. Hasil ini cukup mengamankan tiket bagi raksasa Belanda tersebut setelah unggul agregat 5-3.
Pelatih Ajax, Míchel Sanchez, memberikan kepercayaan penuh kepada Paes untuk berdiri di bawah mistar gawang sejak menit pertama. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi karena kiper utama, Marc ter Stegen, dikabarkan belum berada dalam kondisi fisik yang prima. Kehadiran Paes menjadi sorotan tersendiri bagi publik sepak bola Indonesia yang terus memantau kiprah sang pemain di panggung Eropa.
Pertandingan di Dublin berlangsung sengit sejak peluit dibunyikan. Ajax membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 melalui aksi Julian Brandt. Umpan silang kerasnya dari situasi sepak pojok pendek meluncur mulus ke gawang lawan tanpa tersentuh pemain lain. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah tembakan Evan Caffrey dari luar kotak penalti berbelok arah akibat membentur pemain bertahan Ajax, yang akhirnya mengecoh pergerakan Paes.
Respons cepat ditunjukkan Paes ketika ia berhasil menggagalkan peluang emas Shelbourne lewat sundulan tajam Rodrigo Freitas. Penyelamatan krusial ini menjaga asa Ajax untuk tetap tenang di bawah tekanan suporter tuan rumah. Menjelang turun minum, Anton Gaaei kembali membuat Ajax unggul lewat tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Eddie Beach, membawa tim tamu memimpin 2-1 saat jeda.
Memasuki babak kedua, dinamika permainan berubah drastis. Ajax terlihat kesulitan mengembangkan pola permainan dan lebih banyak berada dalam tekanan intensif Shelbourne. Sebuah gol dari Milan Mbeng sempat menggetarkan jala gawang Paes, namun wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menyatakan sang pemain berada dalam posisi offside.
Ketangguhan lini pertahanan Ajax akhirnya runtuh pada menit-menit akhir. Sean Moore, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil melakukan penetrasi sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh yang sulit dijangkau oleh Paes. Meskipun skor imbang 2-2 mengakhiri laga, Ajax tetap melenggang dengan nyaman berkat keunggulan agregat yang cukup jauh dari pertemuan leg pertama.
Bagi Maarten Paes, kesempatan tampil sebagai starter di kompetisi Eropa adalah pencapaian signifikan dalam kariernya. Hal ini membuktikan bahwa kualitas kiper Indonesia semakin diperhitungkan di kompetisi level atas. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih sekelas Míchel Sanchez menjadi validasi atas konsistensi performa Paes yang selama ini ia tunjukkan baik di level klub maupun tim nasional.
Di babak play-off mendatang, Ajax akan menghadapi tantangan berat melawan wakil Swiss, FC Sion. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua leg, dimulai pada 21 Agustus di markas Sion sebelum Ajax bergantian menjamu lawan di kandang pada 28 Agustus. Sion sendiri melaju ke babak ini setelah menyingkirkan FC Noah dengan skor agregat yang cukup ketat.
Selain Ajax, wakil Belanda lainnya yakni FC Twente juga memastikan diri melaju ke babak play-off setelah mendominasi DAC 1904 dengan agregat telak 9-3. Keberhasilan dua klub Belanda ini mempertegas dominasi mereka di kompetisi kualifikasi Eropa musim ini.
Bagi para pengamat sepak bola, perjalanan Ajax di Liga Conference musim ini akan menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan karier pemain-pemain yang mereka miliki. Jika Paes mampu terus menunjukkan performa stabil di bawah mistar, bukan tidak mungkin pintu bagi pemain Indonesia lainnya untuk merumput di kasta kompetisi Eropa akan semakin terbuka lebar. Fokus kini beralih pada kesiapan mental dan fisik skuad Ajax dalam menghadapi jadwal padat di fase play-off nanti.