Internasional

Mantan Juara Dunia Jenny Simpson Keluar dari Rumah Sakit Pasca Henti Jantung

Mantan Juara Dunia Jenny Simpson Keluar dari Rumah Sakit Pasca Henti Jantung

Ringkasan

  • Mantan juara dunia lari Jenny Simpson telah dipulangkan dari rumah sakit setelah mengalami henti jantung mendadak saat mengikuti acara lari di North Carolina.

Mantan juara dunia dan peraih medali Olimpiade asal Amerika Serikat, Jenny Simpson, dikabarkan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mengalami insiden medis serius. Atlet berusia 39 tahun ini sempat mengalami henti jantung mendadak saat berpartisipasi dalam sebuah acara lari komunitas di Raleigh, North Carolina, pada pertengahan Juni lalu.

Insiden tersebut terjadi saat Simpson sedang memandu kelompok pelari dalam ajang Sir Walter Running Pop Up Mile pada tanggal 17 Juni. Secara tiba-tiba, ia jatuh pingsan di lintasan lari, yang memicu kepanikan di antara peserta dan penyelenggara acara. Simpson segera mendapatkan pertolongan pertama di lokasi kejadian untuk menyelamatkan nyawanya.

Tim medis dan orang-orang di sekitar lokasi dengan sigap memberikan prosedur resusitasi jantung paru (CPR) serta menggunakan alat pacu jantung otomatis (AED) sebelum ia dilarikan ke UNC Rex Hospital. Setelah mendapatkan penanganan awal, Simpson kemudian dipindahkan ke Duke University Hospital untuk perawatan lebih intensif guna memulihkan kondisinya.

Pihak Fleet Feet, perusahaan tempat Simpson bekerja sebagai Chief Running Officer, menyampaikan kabar baik melalui unggahan di media sosial pada hari Jumat. Mereka menyatakan rasa syukur atas perkembangan kesehatan Simpson dan mengonfirmasi bahwa ia akan melanjutkan proses pemulihan di North Carolina setelah keluar dari rumah sakit.

Karier atletik Simpson sendiri sangat gemilang, dengan prestasi puncak meraih medali emas nomor 1.500 meter pada Kejuaraan Dunia 2011. Selain itu, ia juga mencatatkan prestasi internasional lainnya, termasuk medali perak pada Kejuaraan Dunia 2013 dan 2017, serta medali perunggu di Olimpiade Rio 2016 sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari dunia lari kompetitif pada tahun 2024.

Kasus yang dialami oleh atlet elit ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas mengenai urgensi kesiapsiagaan medis dalam setiap kegiatan olahraga. Kecepatan tindakan pertolongan pertama, termasuk ketersediaan dan kemampuan penggunaan AED di ruang publik, terbukti krusial dalam menentukan peluang kelangsungan hidup seseorang yang mengalami henti jantung mendadak.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menggarisbawahi pentingnya edukasi pertolongan pertama CPR dan ketersediaan perangkat AED di fasilitas olahraga publik di Indonesia. Hal ini menjadi pengingat bagi pengelola pusat kebugaran dan penyelenggara acara lari untuk memprioritaskan protokol keselamatan medis guna memitigasi risiko fatal bagi partisipan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit