Tim nasional Maroko memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Haiti dalam laga terakhir Grup C yang berlangsung di Atlanta pada Rabu (24/6). Meskipun sempat tertinggal dua kali dalam pertandingan yang sengit, Maroko akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penting.
Dalam klasemen akhir Grup C, Maroko mengumpulkan tujuh poin, jumlah yang sama dengan juara dunia lima kali, Brasil, yang pada laga lainnya menundukkan Skotlandia 3-0. Namun, Maroko harus puas menempati posisi kedua karena kalah selisih gol. Dengan hasil ini, Maroko akan menghadapi pemenang dari Grup F, yaitu Jepang, Belanda, atau Swedia, di babak sistem gugur mendatang.
Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir dari turnamen setelah menelan kekalahan di dua pertandingan sebelumnya, tampil mengejutkan dengan permainan yang penuh semangat. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri kiper Maroko, Yacine Bounou, pada menit ke-10. Maroko baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-39 melalui aksi sang bintang, Achraf Hakimi.
Memasuki akhir babak pertama, Haiti kembali memimpin berkat gol spektakuler Wilson Isidor dari luar kotak penalti. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Ismael Saibari berhasil mencetak gol penyama kedudukan hanya berselang beberapa saat. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum dalam laga yang berjalan dengan intensitas tinggi.
Pada babak kedua, Maroko meningkatkan tekanan untuk mencari kemenangan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-78 melalui Soufiane Rahimi yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Haiti setelah tendangan sudut. Di menit-menit akhir pertandingan, pemain muda berusia 20 tahun, Gessime Yassine, menyempurnakan kemenangan Maroko menjadi 4-2 setelah memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Haiti.
Bagi Haiti, meskipun mereka harus pulang tanpa kemenangan, penampilan mereka di turnamen ini mendapatkan apresiasi tinggi. Ini merupakan partisipasi pertama Haiti di ajang Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir. Sementara itu, bagi Maroko, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menjaga momentum mereka di fase gugur, di mana konsistensi pertahanan dan efektivitas serangan akan menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini.