Berita

Mendag Jajaki Potensi Ekspor Telur dan Daging Ayam ke Singapura

Mendag Jajaki Potensi Ekspor Telur dan Daging Ayam ke Singapura

Ringkasan

  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menjajaki ekspor telur dan daging ayam ke Singapura akibat surplus produksi dan penurunan harga domestik.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah aktif menjajaki peluang ekspor komoditas telur dan daging ayam ke Singapura. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap surplus produksi yang terjadi di dalam negeri, yang berdampak pada penurunan harga di tingkat produsen.

Menurut Budi, kondisi kelebihan pasokan atau surplus produksi ini telah memicu penurunan harga komoditas pangan di pasar domestik. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mencari pasar internasional yang potensial untuk menyerap kelebihan stok tersebut, dengan Singapura menjadi salah satu negara tujuan utama yang sedang dalam tahap penjajakan awal.

Dalam keterangannya di Jakarta, Budi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih dalam proses mencari mitra pembeli yang tepat di Singapura. Setelah calon pembeli potensial ditemukan, Kementerian Perdagangan berencana untuk memfasilitasi pertemuan antara pembeli tersebut dengan para produsen atau peternak lokal di Indonesia agar kesepakatan ekspor dapat segera terealisasi.

Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan bahwa harga telur dan daging ayam saat ini memang berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga telur di pasaran terpantau berada di angka Rp26.000 per kilogram, jauh di bawah HET yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram. Situasi serupa juga terjadi pada daging ayam, yang mengalami penurunan harga dari HET Rp40.000 per kilogram menjadi Rp36.000 per kilogram.

Selain faktor surplus produksi, Budi juga menyoroti bahwa kebijakan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi terhadap penurunan serapan komoditas pangan di pasar. Berkurangnya penyerapan oleh program tersebut menyebabkan stok di tingkat peternak menumpuk, yang pada akhirnya menekan harga jual komoditas di pasar tradisional maupun ritel.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau stabilitas harga pangan di berbagai daerah, termasuk hasil kunjungan kerja ke wilayah seperti Banyumas. Budi menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor bagi produk pangan Indonesia guna memastikan kesejahteraan peternak tetap terjaga meski terjadi fluktuasi serapan di pasar domestik.

Mengapa Ini Penting

Langkah pemerintah untuk mengekspor komoditas pangan saat terjadi surplus merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan peternak lokal agar tidak terus merugi. Diversifikasi pasar internasional akan memperkuat ketahanan industri peternakan nasional terhadap fluktuasi permintaan domestik yang dipengaruhi oleh kebijakan publik.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit