Pangkalpinang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi para lulusan perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kunjungannya pada acara Wisuda Ke-17 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Kamis, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa mutu pendidikan menjadi fondasi utama bagi generasi muda untuk tetap relevan di tengah pesatnya era disrupsi.
Era disrupsi yang saat ini melanda dunia ditandai dengan perubahan fundamental pada sistem dan cara hidup masyarakat akibat inovasi teknologi yang masif. Menurut Mendikdasmen, kondisi ini menuntut masyarakat, khususnya kaum intelektual dan sarjana, untuk tidak hanya sekadar bertahan, tetapi harus mampu menjadi penggerak inovasi. Kreativitas menjadi kata kunci agar para lulusan dapat bersaing di pasar kerja yang kian kompetitif.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyoroti pergeseran paradigma bahwa sarjana bukan hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan, melainkan sosok yang mampu merancang perubahan tersebut. Ia merujuk pada proyeksi global masa depan yang menunjukkan hilangnya ribuan jenis pekerjaan konvensional, yang di sisi lain akan digantikan oleh munculnya berbagai peluang profesi baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Keberhasilan di masa depan, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan untuk terus belajar (lifelong learning) dan memanfaatkan setiap tantangan sebagai peluang. Pola pikir berkembang atau 'growth mindset' menjadi instrumen krusial bagi sarjana untuk tetap tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi dan teknologi yang terus berubah setiap saat.
Selain kompetensi intelektual, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya ketangguhan mental. Ia memberikan peringatan keras kepada para lulusan agar tidak memiliki mentalitas yang mudah menyerah atau rapuh. Dalam analoginya, ia mengibaratkan karakter yang kuat sebagai kunci utama agar seseorang tidak mudah goyah saat menghadapi tekanan atau kegagalan di dunia nyata.
Sebagai penutup, Abdul Mu’ti berharap para sarjana dari Bangka Belitung mampu menjadi pemimpin perubahan yang membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa. Sinergi antara keahlian teknis, pola pikir yang adaptif, dan mentalitas yang kuat akan menjadi modal utama bagi lulusan untuk memenangkan persaingan di era disrupsi global.