Berita

Mendikdasmen Tegaskan Peran Vital Pustakawan dalam Penguatan Literasi Nasional

Mendikdasmen Tegaskan Peran Vital Pustakawan dalam Penguatan Literasi Nasional

Ringkasan

  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan peran pustakawan sebagai fasilitator literasi dan penggerak transformasi perpustakaan menjadi pusat belajar yang modern dan kolaboratif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara resmi menegaskan bahwa pustakawan memiliki peran krusial sebagai ujung tombak penggerak literasi bagi para peserta didik. Dalam pandangannya, pustakawan bukan sekadar pengelola koleksi buku, melainkan mitra strategis yang menentukan kualitas ekosistem pendidikan di Indonesia.

Dalam momentum peringatan Hari Pustakawan Indonesia, Mu'ti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pustakawan. Ia menekankan bahwa profesi ini harus dipandang sebagai fasilitator pengetahuan dan kurator informasi yang membantu masyarakat serta pendidik dalam memahami dan memanfaatkan data secara bermakna di era digital saat ini.

Transformasi perpustakaan menjadi sorotan utama dalam pernyataan Mendikdasmen. Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi berfungsi sebagai ruang pasif untuk menyimpan buku, melainkan telah berevolusi menjadi ruang belajar yang dinamis, tempat berdialog, serta pusat kolaborasi aktif bagi berbagai pihak terkait dalam dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan bahwa perpustakaan memiliki fungsi strategis dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan problem solving peserta didik. Kompetensi abad ke-21 tersebut menjadi fokus utama pemerintah untuk ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah melalui berbagai program literasi yang inovatif.

Menanggapi perkembangan zaman, Mendikdasmen mendorong seluruh pustakawan untuk terus melakukan inovasi. Program-program yang dihadirkan harus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, sehingga perpustakaan dapat menjadi pusat pembelajaran yang inklusif, inspiratif, dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah.

Sebagai penutup, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung penguatan peran pustakawan melalui pengembangan fasilitas dan pelatihan yang memadai. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga pada penguatan budaya baca dan literasi informasi yang berkelanjutan di seluruh penjuru tanah air.

Mengapa Ini Penting

Transformasi peran pustakawan menjadi fasilitator literasi sangat krusial dalam menghadapi tantangan disinformasi di era digital. Kebijakan ini mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih kritis dalam memproses informasi.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit