Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara resmi menyalurkan bantuan tiga ton pupuk kepada kelompok tani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut terdiri dari 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea, yang ditujukan sebagai langkah konkret pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Penyaluran ini dilakukan di sela-sela kegiatan Rembuk Tani yang dihadiri oleh para pelaku sektor pertanian setempat.
Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk menghadirkan kehadiran negara dalam setiap aspek kebutuhan petani. Pemerintah saat ini fokus pada optimalisasi program strategis pangan melalui berbagai kebijakan krusial, termasuk penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Langkah ini diambil guna meringankan beban biaya produksi petani sekaligus memastikan ketersediaan sarana produksi sebelum masa tanam dimulai.
Zulhas, sapaan akrab Menko Pangan, juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pupuk di tengah gejolak rantai pasok global. Menurutnya, testimoni langsung dari petani di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk saat ini jauh lebih terjamin dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menjadi indikator penting bahwa tata kelola distribusi pangan nasional mulai berjalan lebih efektif dan efisien.
Selain aspek pupuk, pemerintah menetapkan kebijakan perlindungan harga gabah di tingkat petani. Zulhas menegaskan bahwa harga gabah tidak boleh jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram guna memastikan petani mendapatkan margin keuntungan yang layak. Kebijakan ini terbukti berkontribusi positif terhadap kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dari angka 116 menjadi 127, yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani padi dan jagung secara nasional.
Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada swasembada beras, tetapi juga mulai merambah sektor protein melalui pengembangan perikanan. Rencananya, pemerintah akan membangun kawasan budi daya ikan berbasis bioflok di 40.000 desa secara bertahap. Program ini disinergikan dengan inisiatif desa tematik untuk menciptakan kemandirian pangan desa, dengan target menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir ikan terbesar di Asia.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyambut baik langkah sinergis tersebut dan menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur pertanian dan penguatan kelembagaan petani sebagai fondasi utama. Kolaborasi antara pusat dan daerah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat petani di Sulawesi Tengah.