Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi mengerahkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu percepatan proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas permohonan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) guna mengatasi kebakaran yang hingga kini masih terus meluas dan menimbulkan dampak asap bagi masyarakat sekitar.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa pengerahan ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca yang bersumber dari kebakaran lahan dan sampah. Kemenhut membawa bekal pengalaman berharga setelah sebelumnya sukses menanggulangi kebakaran serupa di TPA Rawa Kucing pada tahun 2023 lalu.
Strategi pemadaman di area TPA memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan kebakaran hutan biasa. Dwi menjelaskan bahwa timbunan sampah yang mengandung gas metana menciptakan panas tersembunyi di bawah permukaan, sehingga memerlukan teknik penanganan khusus agar api tidak terus menjalar dan memicu titik api baru di area yang lebih luas.
Operasi ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang dan BNPB. Sinergi ini difokuskan pada penguatan operasi water bombing dari udara dan pemadaman darat agar api dapat segera dikuasai sebelum dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah Tangerang dan sekitarnya semakin memburuk.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut, Thomas Nifinluri, memaparkan bahwa tim di lapangan telah menerapkan strategi 5M. Strategi tersebut mencakup manajemen asap, air, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta logistik. Tim Manggala Agni menggunakan metode kikis, yakni mengeruk timbunan sampah secara bertahap sambil menyemprotkan air ke titik bara api secara intensif.
Berdasarkan data terbaru dari pengelola TPA Jatiwaringin, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 13 hektare. Meski kondisi di lapangan masih diselimuti asap tebal, koordinasi intensif antara TNI, Polri, BPBD, dan seluruh elemen pendukung terus dilakukan untuk memastikan operasional pemadaman berjalan efektif hingga api benar-benar padam sepenuhnya.