Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Keputusan ini diambil menyusul adanya indikasi bahwa rencana operasi penindakan di wilayah Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) diduga bocor kepada pihak-pihak yang menjadi target.
Dalam sepekan terakhir, KPK menggelar dua operasi besar yang menyasar Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin. Namun, proses di lapangan tidak berjalan mulus. Saat tim penyidik bergerak ke Kuansing, target operasi tidak ditemukan di tempat, bahkan muncul informasi bahwa target telah dijemput oleh pihak tertentu sebelum tim tiba.
Situasi serupa juga terjadi di Langkat. Syah Afandin diduga telah mengetahui pergerakan tim KPK yang sedang melakukan pemantauan, sehingga ia memutuskan untuk membatalkan pertemuan dengan pihak pemberi suap. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kerahasiaan operasi senyap yang seharusnya menjadi elemen kunci keberhasilan penindakan korupsi.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan bahwa penyelidikan tertutup seharusnya bersifat sangat rahasia dan tidak diketahui oleh publik. Ia menekankan bahwa dalam prosedur ideal, tim penyelidik seharusnya langsung turun ke lapangan tanpa melibatkan pihak luar yang bisa memicu kecurigaan atau kebocoran data.
Menanggapi dugaan tersebut, KPK menduga bahwa kedatangan tim penyelidik ke daerah mungkin terdeteksi karena kehadiran personel KPK yang mudah dikenali atau adanya antisipasi dari pihak target. Meski demikian, Taufik menepis dugaan adanya kebocoran internal yang disengaja, melainkan lebih kepada bentuk antisipasi dari target yang mencurigai adanya pergerakan aparat di wilayah mereka.
Sebagai langkah mitigasi, KPK berkomitmen untuk memperbaiki metode pengerahan tim di lapangan agar tidak mudah terdeteksi. Evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas penindakan di masa depan. Meskipun target sempat melakukan tindakan pencegahan, Taufik memastikan bahwa tim tetap berhasil mengumpulkan bukti-bukti tindak pidana melalui serangkaian jejak yang ditinggalkan oleh pelaku.