Berita

KSP Salurkan Bantuan Bus Sekolah dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer SLB di Kendari

KSP Salurkan Bantuan Bus Sekolah dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer SLB di Kendari

Ringkasan

  • KSP menyalurkan bantuan bus sekolah dan memberikan insentif gaji bagi guru honorer di SLB Kusuma Bangsa, Kendari, guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak penyandang disabilitas.

Kantor Staf Presiden (KSP) secara resmi menyalurkan bantuan berupa satu unit bus sekolah serta memberikan tambahan penghasilan bagi para guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah pusat dalam menanggapi kendala operasional dan kesejahteraan tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Amar Maaruf, menjelaskan bahwa bantuan kendaraan operasional ini sangat krusial untuk mendukung mobilitas siswa. Mengingat lokasi SLB Kusuma Bangsa yang terletak di kawasan perbukitan Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, akses menuju sekolah menjadi tantangan besar bagi para siswa penyandang disabilitas.

Sebelum adanya bantuan ini, para guru di sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2014 tersebut harus menempuh upaya ekstra untuk menjemput siswa satu per satu ke rumah masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan harus dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor, yang tentu saja menyulitkan bagi guru maupun siswa yang memiliki keterbatasan fisik.

Selain sarana transportasi, KSP juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan tenaga pendidik. Berdasarkan hasil dialog langsung, diketahui bahwa empat dari 12 guru honorer di SLB tersebut hanya menerima honor sebesar Rp500 ribu per bulan. Merespons hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memutuskan untuk memberikan tambahan penghasilan sebesar Rp2 juta per orang setiap bulan bagi guru honorer yang belum tersertifikasi.

Bantuan tambahan penghasilan ini bersifat berkelanjutan dan akan terus diberikan hingga para guru tersebut berhasil mendapatkan sertifikasi profesi. Tidak hanya itu, tim KSP juga menyerahkan bantuan berupa peralatan sekolah seperti tas dan buku kepada para siswa, serta merencanakan pembangunan asrama agar proses pembinaan siswa dapat berjalan lebih optimal.

Sujono Said, seorang guru di SLB Kusuma Bangsa, menyambut baik perhatian pemerintah ini. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tenaga pendidik untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Sementara itu, pihak KSP berharap inisiatif ini dapat memicu pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di wilayah masing-masing.

Mengapa Ini Penting

Langkah ini menunjukkan urgensi kehadiran negara dalam menjamin aksesibilitas dan kesejahteraan pendidikan bagi kelompok rentan. Keberhasilan inisiatif ini dapat menjadi model bagi pemerintah daerah lain dalam mengalokasikan anggaran untuk memperkuat infrastruktur pendidikan inklusif di Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit