Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi merangkul 150 mahasiswa asal Papua untuk menginisiasi Gerakan Kembali Berkebun. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan lokal di tanah Papua. Mentan menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat krusial untuk mentransformasi sektor pertanian di wilayah tersebut agar lebih produktif dan mandiri.
Dalam dialog hangat yang berlangsung di kediaman dinasnya di Jakarta, Mentan Amran menemui perwakilan Asosiasi Mahasiswa Papua Indonesia. Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai wilayah, termasuk Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Induk. Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai potensi besar komoditas lokal seperti ubi jalar, sagu, pala, kakao, hingga kopi yang melimpah di tanah Papua.
Mentan Amran menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus dimulai dari tingkat desa dengan memanfaatkan potensi lahan yang luas. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya berfokus menjadi pencari kerja setelah lulus, melainkan beralih peran menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan bekal pendidikan dan kecerdasan yang dimiliki, mahasiswa dinilai sebagai aset utama untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat lokal Papua melalui sektor pertanian modern.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Menteri Amran memberikan dukungan langsung kepada seorang mahasiswa bernama Anton yang telah mengelola lahan pertanian seluas 7 hektare serta membina kelompok tani di kampung halamannya. Melihat dedikasi tersebut, Mentan memutuskan untuk menambah dukungan pengembangan lahan seluas 5 hektare. Dukungan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk mulai mengelola lahan keluarga.
Lebih lanjut, Mentan Amran memaparkan visi besar mengenai Gerakan Pemuda Tani Papua. Ia mengajak mahasiswa yang masih memiliki lahan di kampung halaman untuk mulai menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kopi dan pala sejak masih menempuh bangku kuliah. Dengan strategi ini, mahasiswa diharapkan sudah memiliki kemandirian finansial yang bahkan bisa melampaui pendapatan pegawai kantoran saat mereka lulus nanti.
Strategi pemerintah untuk mengintegrasikan potensi lahan dengan tenaga terdidik ini diproyeksikan akan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, sektor pertanian diharapkan menjadi tulang punggung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua. Pemerintah berkomitmen terus memberikan pendampingan agar usaha pertanian yang dirintis oleh para pemuda ini mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.