China baru saja mencatatkan pencapaian signifikan dalam industri dirgantara setelah berhasil menguji coba mesin satelit dengan durasi operasional yang memecahkan rekor dunia. Teknologi ini dipandang sebagai komponen krusial yang akan mempercepat dan meningkatkan keandalan pengiriman satelit komunikasi, militer, maupun wahana luar angkasa dalam skala besar menuju orbit target mereka. Pengembangan ini menandai lompatan besar dalam kemampuan manuver satelit di ruang angkasa.
Mesin yang telah ditingkatkan performanya ini dikembangkan oleh China Academy of Aerospace Propulsion Technology (CAAPT) yang berbasis di Xian. Berdasarkan laporan media lokal, mesin ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 750 newton. Angka ini memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem propulsi konvensional yang saat ini umum digunakan oleh negara-negara lain dalam misi luar angkasa.
Dalam uji terbang perdananya pada akhir Juni lalu, mesin tersebut sukses menyalakan propulsi selama 11.617 detik atau sekitar 3,2 jam melalui lima manuver pengangkatan orbit. Keberhasilan ini membawa Satelit Eksperimen Teknologi Komunikasi 26A menuju orbit geostasioner setinggi 35.800 kilometer di atas permukaan Bumi. Operasi ini berjalan dengan mulus tanpa kendala teknis berarti.
Salah satu inovasi kunci yang membuat mesin ini unggul adalah penggunaan lapisan pelindung baru yang tahan terhadap panas ekstrem dan oksidasi. Berkat material canggih tersebut, mesin ini mampu beroperasi secara terus-menerus selama lebih dari 14 jam dalam pengujian darat, jauh melampaui desain awal yang ditargetkan selama 10 jam. Ketahanan material ini menjadi faktor pembeda utama dalam durabilitas mesin.
Sebagai perbandingan, mesin satelit unggulan yang saat ini mendominasi pasar global, seperti R-42DM buatan Amerika Serikat dan Leros-1B buatan Eropa, umumnya hanya dirancang untuk beroperasi selama kurang lebih tujuh jam. Dengan durasi operasional yang dua kali lipat lebih lama, mesin buatan China ini menawarkan fleksibilitas misi yang jauh lebih luas bagi operator satelit di masa depan.
Keunggulan durasi operasional ini diklaim tidak mengorbankan performa daya dorong mesin. Keberhasilan China dalam mengoptimalkan rasio antara daya tahan material dengan efisiensi bahan bakar menunjukkan kemajuan pesat dalam riset propulsi luar angkasa. Hal ini diprediksi akan mengubah peta persaingan teknologi satelit global dan memberikan keunggulan kompetitif bagi China dalam misi eksplorasi luar angkasa jangka panjang.