PT MRT Jakarta (Perseroda) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan budaya bertransportasi publik dengan melibatkan finalis Abang None Jakarta Utara. Melalui program bertajuk 'Station Attendant for a Day', para generasi muda ini diberikan pemahaman mendalam mengenai standar operasional dan etika di ruang publik yang diterapkan oleh operator moda raya terpadu tersebut.
Kepala Departemen Stakeholder Relationship Management PT MRT Jakarta, Frangky Ertanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menanamkan budaya tertib di lingkungan stasiun. Dengan melibatkan Abang None sebagai representasi anak muda, MRT Jakarta berharap pesan mengenai pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat luas.
Dalam kegiatan tersebut, para finalis tidak hanya menerima materi teoritis mengenai profil perusahaan. Mereka juga terjun langsung ke lapangan untuk merasakan pengalaman sebagai petugas stasiun. Pengalaman praktis ini dirancang agar mereka memahami kompleksitas pelayanan pelanggan serta bagaimana standar operasional yang ketat dijalankan demi kenyamanan pengguna jasa MRT di Jakarta.
Frangky menekankan bahwa pelibatan generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan transportasi publik. Menurutnya, generasi muda adalah calon pengguna utama di masa depan, sehingga penanaman nilai-nilai positif terkait penggunaan transportasi umum perlu dilakukan sejak dini agar tercipta ekosistem mobilitas yang lebih baik di masa mendatang.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan antara MRT Jakarta dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta yang telah terjalin sejak 2023. Penambahan elemen 'Station Attendant for a Day' pada tahun ini dinilai sebagai penyempurnaan metode edukasi agar para peserta memiliki perspektif yang lebih nyata mengenai operasional transportasi publik.
Lebih jauh, pihak MRT Jakarta berharap para finalis dapat menjadi duta atau penyambung informasi yang efektif bagi masyarakat. Dengan dukungan dari tokoh-tokoh muda ini, diharapkan budaya tertib dan nyaman dalam menggunakan transportasi publik dapat menjadi norma baru yang melekat di masyarakat urban Jakarta dalam kehidupan sehari-hari.