Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 berlangsung meriah di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8) malam. Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin upacara resmi setelah didahului defile 117 kafilah yang mewakili 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga. Ribuan mata menyaksikan kolaborasi nuansa religius, budaya, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan yang menghiasi panggung pembukaan.
Kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kali ini merupakan yang kedua bagi Makassar, setelah sebelumnya menggelar ajang perdana MTQ KORPRI. Wali Kota Munafri Arifuddin menilai penunjukan ini sebagai bentuk penghargaan atas kesiapan infrastruktur dan pelayanan kota. "Ini suatu kepercayaan kepada Kota Makassar untuk menjadi tuan rumah MTQ KORPRI. Ini merupakan sebuah berkah untuk warga," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (25/8).
Skala partisipasi tahun ini mencatat 1.157 peserta yang tersebar dalam 117 kafilah. Komposisi delegasi mencakup seluruh provinsi di Indonesia hingga perwakilan instansi pusat. Angka ini tidak hanya mencerminkan popularitas ajang kompetisi tilawatil Quran bagi aparatur sipil negara, tetapi juga menandakan kapasitas logistik kota tuan rumah yang terus diperhitungkan.
Di balik nuansa keagamaan, Munafri menyoroti aspek praktis yang tak kalah vital: perputaran ekonomi. Kedatangan kurang lebih 2.000 orang — terdiri dari qari, qariah, pendamping, tamu undangan, dan rombongan kafilah — diproyeksikan menggerakkan roda perekonomian lokal. Sektor UMKM, kuliner, perhotelan, hingga pariwisata menjadi penerima manfaat langsung selama ajang berlangsung.
"Kehadiran tamu-tamu ini, selain setiap hari akan mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, tentu dari sisi ekonomi juga akan memberi manfaat yang tidak sedikit bagi kota ini," tegas Munafri. Pemkot Makassar telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah memastikan kesiapan pelayanan publik, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga keramahtamahan. Kesiapan ini diuji nyata saat ribuan tamu menginap dan beraktivitas di berbagai titik kota.
Penyelenggaraan event berskala nasional ini sekaligus menguji konsistensi Makassar sebagai kota MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) di Indonesia timur. Reputasi yang dibangun melalui pelaksanaan berbagai kegiatan besar — baik lokal, nasional, maupun internasional — menjadi modal promosi jangka panjang. Munafri berharap MTQ VIII KORPRI memperkuat citra Makassar sebagai tuan rumah andal yang mampu mengelola kerumitan logistik ribuan peserta.
Sisi kompetitif tetap menjadi inti ajang ini. Perlombaan berbagai cabang tilawatil Quran akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Munafri turut berdoa agar perwakilan Sulawesi Selatan yang turut berkompetisi meraih prestasi terbaik. "Mudah-mudahan prestasi terbaik dari qori dan qoriah kita bisa memberikan nama baik bagi KORPRI, khususnya KORPRI Sulawesi Selatan dan Kota Makassar," harapnya.
Kehadiran pejabat tinggi menegaskan bobot strategis acara ini. Ketua Umum DPP KORPRI sekaligus Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, hingga pimpinan TNI dan Polri hadir menyaksikan pembukaan. Kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah lengkap dengan anggota DPRD provinsi dan kota menunjukkan sinergi antar pilar kekuasaan dalam mendukung keberhasilan event.
MTQ KORPRI tidak sekadar ajang lomba membaca Al-Qur'an. Menurut pengantar resmi, kegiatan ini dirancang memperkuat silaturahmi antar aparatur sipil negara sekaligus memperkokoh nilai integritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur'an diharapkan menjadi landasan karakter ASN dalam melayani publik.
Bagi warga Makassar, kegiatan ini hadir sebagai injeksi ekonomi pasca-pandemi yang masih terasa dampaknya bagi pelaku usaha kecil. Warung makan, penginapan, angkutan umum, hingga pedagang kaki lima merasakan aliran pengunjung yang melonjak. Dampak ganda — spiritual dan material — menjadi narasi unik yang membedakan MTQ KORPRI dari event nasional lain.
Selama pekan ke depan, kota ini akan hidup dalam irama ayat suci yang bergema dari berbagai venue perlombaan. Pemkot berkomitmen menjaga kenyamanan hingga penutupan. Jika manajemen berjalan lancar, MTQ VIII KORPRI 2026 akan tercatat sebagai bukti nyata bahwa event keagamaan skala besar bisa menjadi katalisator perekonomian inklusif di tingkat kota.