Ledakan popularitas kecerdasan buatan (AI) telah mendorong banyak pihak untuk terjun ke bisnis pusat data. Namun, membangun infrastruktur pusat data bukanlah tugas yang sederhana. Bahkan setelah berhasil mengamankan GPU, switch jaringan, dan penyimpanan, tantangan besar tetap menanti dalam hal konfigurasi, operasional, dan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang kompleks. Mempersiapkan pusat data untuk layanan cloud computing, inferensi AI, dan pelatihan model sering kali memakan waktu berbulan-bulan, yang pada akhirnya meningkatkan biaya operasional akibat GPU yang tidak produktif.
Startup otomasi jaringan, Netris, hadir menawarkan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut bagi para operator neocloud. Perusahaan ini menyediakan perangkat lunak yang berjalan pada switch jaringan, serta platform yang menghubungkan perangkat keras untuk memangkas waktu operasional melalui otomatisasi pengaturan dan konfigurasi. Dengan teknologi ini, operator dapat mempercepat waktu peluncuran layanan mereka secara signifikan.
Platform Netris juga menawarkan abstraksi jaringan yang memungkinkan konfigurasi perangkat keras diubah sesuai kebutuhan. Selain itu, sistem ini mengisolasi server dan sumber daya di tingkat perangkat keras, sehingga memungkinkan neocloud untuk melayani banyak pelanggan secara bersamaan atau multi-tenancy. Solusi ini menjadi sangat relevan karena selama ini, konfigurasi jaringan yang kompleks biasanya hanya mampu ditangani oleh operator infrastruktur raksasa seperti Equinix, NTT, atau penyedia cloud besar yang memiliki tim insinyur internal yang luas.
CEO Netris, Alex Saroyan, menjelaskan bahwa SDN (Software-Defined Networking) konvensional tidak lagi memadai untuk kebutuhan AI modern. Menurutnya, untuk beban kerja AI dengan lalu lintas data yang sangat tinggi, sistem harus sepenuhnya terakselerasi di tingkat perangkat keras. Netris telah mengembangkan teknologi yang menggabungkan prinsip SDN dengan akselerasi perangkat keras, sebuah pendekatan yang telah mereka kembangkan selama delapan tahun terakhir.
Keunggulan lain dari platform Netris adalah sifatnya yang vendor-agnostic, menjadikannya kompatibel dengan berbagai peralatan jaringan yang digunakan di pusat data, baik untuk server Nvidia maupun AMD. Keandalan teknologi ini bahkan telah diakui oleh Nvidia, yang merekomendasikan solusi Netris kepada berbagai pelanggannya dua tahun lalu. Saat ini, Netris telah beroperasi di lebih dari 35 klaster GPU di seluruh dunia yang mencakup sekitar satu juta GPU, dengan klien termasuk perusahaan besar seperti Hewlett Packard Enterprise, Foxconn, dan Lightning AI.
Untuk memperkuat momentum ini, Netris baru saja mendapatkan pendanaan Seri A sebesar US$15 juta dari Andreessen Horowitz (a16z). Suntikan modal ini akan digunakan untuk terus mengembangkan inovasi mereka dalam membantu operator neocloud mengatasi kompleksitas infrastruktur jaringan. Dengan dukungan dari investor kelas dunia, Netris diposisikan untuk menjadi pemain kunci dalam mendukung ekosistem infrastruktur AI global yang kian berkembang pesat.