Bisnis & Startup

Bursa Saham Global Menguat Berkat Sektor Chip, Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi

Bursa Saham Global Menguat Berkat Sektor Chip, Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi

Ringkasan

  • Bursa saham global menguat didorong sektor chip, namun investor tetap waspada terhadap valuasi tinggi dan kebijakan suku bunga.

Pasar saham global mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis, didorong oleh sentimen positif dari laporan laba perusahaan semikonduktor yang solid. Meskipun demikian, investor tetap menunjukkan sikap waspada terhadap valuasi pasar yang dianggap sudah terlalu tinggi setelah reli panjang yang didorong oleh euforia kecerdasan buatan (AI).

Di Wall Street, indeks S&P 500 dan Nasdaq menunjukkan pergerakan yang dinamis. Sektor industri, kesehatan, dan material menjadi motor penggerak utama. Saham Micron melonjak 10 persen setelah perusahaan pembuat chip memori ini memberikan proyeksi keuangan yang optimistis, memperpanjang tren kenaikan yang didorong oleh permintaan sektor AI. Sementara itu, Qualcomm naik 4 persen setelah memproyeksikan pendapatan tahunan sebesar 15 miliar dolar AS dari bisnis pusat data pada 2029.

Namun, tidak semua saham teknologi mencatatkan kinerja positif. Indeks Nasdaq sempat tertekan oleh volatilitas pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar (megacap). Saham Apple tercatat turun 5,3 persen, yang membatasi kenaikan indeks secara keseluruhan. Secara rinci, Dow Jones Industrial Average naik 1 persen, S&P 500 naik 0,21 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,46 persen.

Kekhawatiran investor mengenai valuasi perusahaan AI yang dianggap terlalu mahal setelah kenaikan selama beberapa tahun terakhir menjadi pemicu volatilitas pasar. Selain itu, pasar kini tengah mengantisipasi kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dari Federal Reserve AS dan beberapa bank sentral global lainnya. Marc Dizard, kepala investasi di Huntington Bank, menyatakan bahwa pasar saat ini sedang mengalami fase konsolidasi di mana investor mulai merealisasikan keuntungan mereka.

Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup menguat 0,92 persen, sementara indeks MSCI global naik 0,42 persen. Dizard menambahkan bahwa sektor teknologi, sebagai aset berdurasi panjang, sangat sensitif terhadap nada kebijakan moneter yang lebih hawkish dari bank sentral. Ketika suku bunga diproyeksikan tetap tinggi, aset berdurasi panjang cenderung mengalami tekanan jual dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pasar mata uang menunjukkan dolar AS masih bertahan di dekat level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Euro berada di kisaran 1,1388 dolar AS, tepat di atas level terendah 13 bulan. Yen Jepang juga masih berada di level terendah dalam 40 tahun terakhir terhadap dolar, memicu spekulasi mengenai potensi intervensi dari otoritas moneter Jepang untuk menstabilkan mata uang mereka.

Mengapa Ini Penting

Pergerakan saham chip global mencerminkan ketergantungan industri teknologi Indonesia pada rantai pasok semikonduktor internasional. Fluktuasi mata uang dolar AS juga berdampak langsung pada biaya impor barang teknologi dan stabilitas ekonomi makro di Indonesia.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit