Bisnis & Startup

Startup Base Power Hadirkan Solusi Listrik Murah di Tengah Krisis Energi AS

Startup Base Power Hadirkan Solusi Listrik Murah di Tengah Krisis Energi AS

Ringkasan

  • Startup Base Power berekspansi ke Illinois dengan menawarkan solusi baterai rumah untuk mengatasi krisis listrik di jaringan PJM.

Base Power, startup energi yang didukung oleh firma modal ventura a16z, resmi memperluas jangkauan operasionalnya ke wilayah Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan ini menawarkan sistem baterai rumah berskala besar sebagai solusi atas krisis pasokan listrik yang melanda jaringan PJM Interconnection, operator jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat yang kini tengah berjuang menghadapi lonjakan permintaan energi.

Wilayah operasional PJM, yang mencakup area padat data center seperti Virginia Utara, mengalami tekanan hebat akibat kurangnya sumber pembangkit listrik baru. Kondisi ini menyebabkan harga listrik grosir melonjak hampir dua kali lipat dalam satu tahun terakhir. Krisis ini bahkan memicu ancaman dari salah satu utilitas besar, AEP, yang mempertimbangkan untuk menarik diri dari pasar tersebut karena ketidakpastian pasokan.

Berbeda dengan model bisnis energi tradisional, Base Power menggunakan pendekatan virtual power plant berbasis baterai perumahan. Dengan kapasitas mulai dari 25 kilowatt-jam, baterai ini berfungsi menyimpan energi saat harga listrik murah dan menyalurkannya kembali ke jaringan saat permintaan mencapai puncaknya. Strategi ini memungkinkan Base Power menawarkan tarif 25% lebih rendah dibandingkan penyedia utilitas lokal seperti ComEd.

Kehadiran Base Power dianggap sangat tepat waktu mengingat PJM sempat mengalami hambatan administratif yang serius. Operator jaringan tersebut sempat menghentikan antrean permohonan untuk sumber pembangkit listrik baru sejak 2022 dan baru membukanya kembali pada April lalu. Keterlambatan ini memperburuk situasi di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik yang masif akibat ekspansi infrastruktur digital.

Founder dan CEO Base Power, Zach Dell, menjelaskan bahwa keunggulan utama startup ini terletak pada instalasi di balik meteran listrik (behind the meter) di rumah pelanggan. Dengan memanfaatkan koneksi listrik yang sudah ada, Base Power mampu menghindari antrean interkoneksi yang sering menjadi hambatan bagi proyek energi skala besar lainnya, sehingga memungkinkan penyebaran kapasitas energi dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Pertumbuhan perusahaan ini semakin agresif setelah berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $1 miliar pada Oktober lalu yang dipimpin oleh Addition. Pendanaan tersebut menyusul investasi sebesar $200 juta pada April 2025 yang melibatkan investor papan atas seperti Andreessen Horowitz, Lightspeed Venture Partners, dan Valor Equity Partners. Saat ini, Base Power telah mengelola lebih dari 500 megawatt-jam penyimpanan baterai di Texas, membuktikan efektivitas model bisnis mereka di pasar yang kompetitif.

Mengapa Ini Penting

Inovasi Base Power menunjukkan bagaimana teknologi desentralisasi energi dapat menjadi solusi efektif bagi krisis pasokan listrik yang dipicu oleh lonjakan permintaan data center. Bagi Indonesia, model bisnis ini memberikan wawasan berharga dalam mengelola stabilitas jaringan listrik nasional di tengah pesatnya pembangunan pusat data dan transisi energi hijau.

Sumber Asli
Techcrunch
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit