Bisnis & Startup

Stellantis dan Nissan Bidik Aset Marelli Holdings dalam Upaya Penyelamatan

Stellantis dan Nissan Bidik Aset Marelli Holdings dalam Upaya Penyelamatan

Ringkasan

  • Stellantis dan Nissan dikabarkan tengah menjajaki pembelian aset Marelli Holdings sebagai bagian dari upaya penyelamatan pemasok suku cadang otomotif tersebut yang sedang mengalami kesulitan finansial.

Dua raksasa otomotif dunia, Stellantis dan Nissan Motor, dikabarkan tengah melakukan pembicaraan intensif untuk mengambil alih sejumlah aset milik pemasok suku cadang asal Jepang, Marelli Holdings. Langkah strategis ini muncul di tengah upaya penyelamatan besar-besaran terhadap perusahaan tersebut yang sedang menghadapi tantangan finansial yang cukup berat.

Berdasarkan laporan terbaru, Stellantis dikabarkan sedang mendiskusikan akuisisi lini bisnis suspensi milik Marelli yang beroperasi di Italia serta beberapa negara lainnya. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Stellantis untuk memperkuat rantai pasok komponen vital mereka di Eropa, sembari membantu stabilisasi kondisi finansial Marelli.

Di sisi lain, Nissan Motor dilaporkan menaruh minat besar pada aset bisnis kokpit (cockpit) Marelli yang berbasis di Jepang. Mengingat Marelli merupakan pemasok utama bagi Nissan, penguasaan atas lini produksi ini dianggap krusial agar Nissan dapat tetap menjaga kontinuitas produksi kendaraan mereka di tengah upaya perusahaan melakukan restrukturisasi internal.

Kondisi Marelli sendiri menjadi sorotan industri otomotif global setelah perusahaan tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat pada bulan Juni lalu. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan ketidakpastian dalam negosiasi dengan para kreditur mengenai restrukturisasi utang perusahaan.

Marelli, yang dimiliki oleh perusahaan ekuitas swasta KKR dan dibentuk pada tahun 2019, mengakui bahwa posisi likuiditas mereka terpukul hebat akibat perang dagang global. Fokus bisnis perusahaan yang sangat bergantung pada kegiatan ekspor dan impor membuat mereka rentan terhadap kebijakan tarif yang diterapkan di industri otomotif internasional.

Hingga saat ini, baik pihak Stellantis maupun manajemen Marelli menolak untuk memberikan komentar resmi terkait detail pembicaraan tersebut. Sementara itu, Nissan belum memberikan respons langsung atas permintaan keterangan dari media. Proses negosiasi ini diprediksi akan menjadi penentu krusial bagi keberlangsungan operasional Marelli di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan betapa rentannya rantai pasok otomotif global terhadap guncangan ekonomi makro dan kebijakan perdagangan. Bagi industri otomotif di Indonesia, dinamika ini menjadi pengingat penting akan perlunya diversifikasi pemasok dan penguatan komponen lokal agar tidak terlalu bergantung pada stabilitas perusahaan pemasok global yang sedang mengalami krisis.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit