Ngee Ann Kongsi, organisasi filantropi terkemuka, resmi mengumumkan dukungan mereka terhadap pelestarian budaya melalui pemberian 900 tiket gratis untuk penayangan film berbahasa Teochew berjudul 'Dear You'. Inisiatif ini ditujukan bagi para anggota organisasi serta berbagai asosiasi klan Teochew yang berafiliasi, sebagai upaya untuk mempererat ikatan komunitas dan kecintaan terhadap warisan leluhur.
Dari total tiket yang disediakan, sebanyak 100 tiket dialokasikan khusus bagi warga lanjut usia, pendamping, dan keluarga mereka. Penyaluran ini dilakukan melalui Ngee Ann Kongsi Social Impact Hub, sebuah kolaborasi strategis dengan Singapore University of Social Sciences (SUSS) yang berfokus pada program-program pemberdayaan lansia serta perawatan kesehatan bagi kelompok usia lanjut di Singapura.
Salah satu penerima manfaat adalah Tan Gek Yong, seorang wanita berusia 93 tahun yang sudah tidak pernah menyaksikan film berbahasa Teochew selama hampir empat dekade. Pengalaman ini menjadi momen emosional bagi keluarganya, mengingat sang ibu telah menetap di Singapura sejak masa kanak-kanak setelah bermigrasi dari Puning, Tiongkok, dan membangun kehidupan bersama mendiang suaminya di negara tersebut.
Antusiasme publik terhadap film 'Dear You' sendiri tergolong luar biasa. Penayangan film yang hampir seluruh dialognya menggunakan bahasa Teochew ini telah memicu diskusi hangat mengenai pentingnya menjaga dialek, identitas budaya Tionghoa, serta kebijakan bahasa di tengah masyarakat modern Singapura. Bahkan, sebanyak 14.000 tiket untuk penayangan tambahan terjual habis hanya dalam waktu tiga jam.
Melihat tingginya minat masyarakat, distributor film Clover Films telah mengajukan permohonan tambahan kepada Infocomm Media Development Authority untuk mengadakan 100 sesi penayangan lagi. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang berjuang mencari kakeknya di Thailand, sebuah narasi yang menyentuh aspek kekerabatan dan sejarah perjuangan para leluhur yang merantau demi kehidupan yang lebih baik.
Presiden Ngee Ann Kongsi, Chia Chor Meng, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan cerminan dari semangat organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1840-an. Menurutnya, film ini berhasil menjembatani generasi muda dan tua untuk memahami akar budaya mereka, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa minat generasi masa kini terhadap pelestarian warisan budaya lokal terus mengalami peningkatan yang signifikan.