Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara resmi menyatakan komitmen teguhnya untuk terus memerangi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Strategi Global Kontra-Terorisme PBB yang selama ini menjadi kerangka kerja utama bagi komunitas internasional dalam upaya menanggulangi ancaman keamanan global.
Dalam sesi pleno Majelis Umum PBB yang diselenggarakan untuk mengadopsi Tinjauan Kesembilan Strategi Global Pemberantasan Terorisme 2026, Duta Besar sekaligus Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz Alwasil, menyampaikan posisi strategis OKI. Ia menegaskan bahwa strategi PBB harus tetap bersifat seimbang serta mampu mencerminkan prioritas dari negara-negara yang selama ini menjadi korban paling terdampak oleh aksi terorisme.
Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh OKI adalah penolakan keras terhadap segala bentuk upaya untuk mengaitkan terorisme dengan agama, etnis, atau budaya tertentu. OKI memandang bahwa narasi yang mengaitkan tindakan teror dengan identitas keagamaan justru kontraproduktif terhadap upaya perdamaian dunia dan dapat memicu perpecahan yang lebih dalam di tingkat global.
Selain menekankan aspek narasi, OKI juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama internasional yang lebih kolaboratif. Mengingat ancaman terorisme terus mengalami evolusi dan perubahan metode, OKI mendesak agar setiap langkah penanggulangan harus tetap selaras dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB serta norma hukum internasional yang berlaku.
Kehadiran OKI dalam forum ini juga menjadi pengingat bagi dunia bahwa sinergi antarnegara sangat diperlukan untuk memutus rantai radikalisme. Dengan melibatkan berbagai negara anggota, OKI berharap strategi yang diadopsi PBB dapat diimplementasikan secara efektif, terutama dalam aspek deteksi dini dan penanganan akar permasalahan terorisme secara komprehensif.
Sebagai penutup, pernyataan tersebut menegaskan kembali bahwa stabilitas global merupakan tanggung jawab kolektif. OKI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi PBB dalam memastikan bahwa kebijakan kontra-terorisme yang disusun tidak hanya bersifat reaktif, namun juga proaktif dalam menjaga keamanan dan kedamaian bagi seluruh umat manusia di berbagai belahan dunia.