Berita

Operasi Narkoba di Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal Dunia

Operasi Narkoba di Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal Dunia

Ringkasan

  • Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang dalam operasi penggerebekan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah.

Pencarian intensif terhadap personel kepolisian yang dilaporkan hilang dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Desa Rantau Asem pada Minggu pagi (5/7).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut. Proses evakuasi melibatkan sinergi lintas instansi, mencakup personel Polda Kalteng, Polairud, Kodim 1019/Ktg, Basarnas, serta bantuan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir area sungai dan hutan di sekitar lokasi kejadian.

Titik terang penemuan jenazah muncul setelah adanya laporan dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, mengenai keberadaan sesosok jenazah di sungai yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi awal penggerebekan. Tim pencari segera bergerak menuju koordinat tersebut dan melakukan identifikasi, yang kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Aiptu Sumaryanto. Saat ini, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk proses lebih lanjut.

Tragedi ini menambah daftar panjang korban jiwa dari pihak kepolisian dalam operasi tersebut. Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra dilaporkan gugur di lokasi kejadian, sementara Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7) di DAS Katingan. Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, maka total terdapat tiga personel kepolisian yang gugur dalam insiden ini.

Kronologi kejadian bermula pada Rabu (1/7) malam, saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target operasi berinisial BIO, yang merupakan residivis kasus narkoba, berhasil diamankan oleh tim kepolisian yang berjumlah 12 orang.

Namun, situasi di lapangan berubah menjadi mencekam ketika sekelompok orang di lokasi kejadian melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang. Perlawanan ini memicu konflik yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak kepolisian. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sebagai bentuk penegakan hukum terhadap jaringan narkotika yang melawan petugas di lapangan.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkotika di wilayah terpencil dengan medan yang menantang. Kejadian ini juga menjadi pengingat perlunya peningkatan standar keamanan dan dukungan taktis bagi personel kepolisian saat melakukan operasi penangkapan terhadap sindikat yang berpotensi melakukan perlawanan bersenjata.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit