Internasional

Otoritas Kesehatan AS Akhiri Respons Wabah Hantavirus Setelah Risiko Menurun

Otoritas Kesehatan AS Akhiri Respons Wabah Hantavirus Setelah Risiko Menurun

Ringkasan

  • Otoritas kesehatan AS resmi mengakhiri respons wabah hantavirus setelah masa pemantauan 42 hari berakhir tanpa adanya transmisi lokal.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) secara resmi mengumumkan berakhirnya periode pemantauan terkait wabah hantavirus yang sempat memicu kekhawatiran global. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa respons darurat terhadap virus tersebut telah mencapai kesimpulan yang sukses, menyusul tidak adanya transmisi berkelanjutan di wilayah Amerika Serikat.

Keputusan ini diambil setelah seluruh warga negara AS yang sempat terpapar virus di atas kapal pesiar MV Hondius menyelesaikan masa karantina dan pemantauan selama 42 hari. Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi individu yang berada dalam pengawasan medis, dan seluruh warga yang terdampak telah kembali ke negara bagian asal mereka dalam kondisi sehat.

Wabah ini bermula dari strain langka virus Andes yang biasanya ditemukan di Argentina dan Chile. Kapal pesiar MV Hondius, yang bertolak dari Argentina pada 1 April, menjadi pusat perhatian setelah virus tersebut menyebabkan tiga kematian di luar wilayah AS. Sebanyak 18 warga AS berada di kapal tersebut saat insiden terjadi, namun berkat koordinasi ketat antara CDC, ASPR, dan otoritas kesehatan internasional, penyebaran virus ke daratan Amerika berhasil dicegah.

Direktur pelaksana CDC, Jay Bhattacharya, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ini menunjukkan ketangguhan sistem respons terkoordinasi dalam menghadapi ancaman penyakit menular yang berasal dari luar perbatasan negara. Kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam memetakan penyebaran dan memastikan protokol kesehatan diterapkan secara efektif di titik-titik transit internasional.

Sebagai bagian dari investigasi, tim ilmuwan CDC telah dikerahkan ke Argentina untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat. Mereka melakukan pengambilan sampel dari populasi hewan pengerat di sepanjang rute kapal pesiar untuk melacak asal-usul wabah. Meskipun hasil awal dari sampel pengerat dinyatakan negatif, penyelidikan mendalam mengenai sumber infeksi tetap berlanjut guna mencegah insiden serupa di masa depan.

Hantavirus dikenal menular melalui kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Khusus untuk strain Andes, virus ini memiliki kemampuan unik untuk menyebar melalui kontak antarmanusia yang dekat dan berkepanjangan. Dengan berakhirnya status darurat ini, CDC menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum di Amerika Serikat kembali berada pada tingkat yang sangat rendah.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya sistem deteksi dini dan koordinasi internasional dalam menangani penyebaran penyakit zoonosis yang berpotensi menjadi pandemi. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat krusial untuk memperkuat protokol karantina di pintu masuk negara serta meningkatkan kesiapsiagaan sistem kesehatan terhadap strain virus baru yang jarang ditemui.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit