Kandidat presiden sayap kanan, Keiko Fujimori, menyatakan komitmennya untuk menyatukan masyarakat Peru yang saat ini terpolarisasi tajam. Pernyataan ini disampaikan menyusul perolehan suara dalam pemilihan presiden putaran kedua yang menempatkannya pada posisi unggul, yang diprediksi akan mengantarkannya menuju kursi kepemimpinan negara tersebut.
Fujimori, yang merupakan putri dari mendiang mantan Presiden Alberto Fujimori, kini telah memasuki upayanya yang keempat dalam pemilihan presiden. Meskipun ia belum secara resmi mendeklarasikan kemenangan, keunggulan suaranya atas rival dari kubu kiri, Roberto Sanchez, dianggap sudah tidak mungkin terkejar lagi oleh para pengamat politik nasional.
Dalam konferensi pers terbaru, Fujimori menegaskan rencananya untuk membentuk kabinet yang inklusif. Ia berencana melakukan panggilan terbuka bagi para teknokrat berpengalaman untuk bergabung dalam pemerintahannya. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memenuhi janji kampanye dalam mengatasi masalah kriminalitas yang meningkat serta kesenjangan ekonomi yang mendalam di Peru.
Proses penghitungan suara putaran kedua yang digelar pada 7 Juni lalu sempat memicu ketegangan selama beberapa pekan. Keterlambatan hasil akhir disebabkan oleh adanya tantangan hukum terhadap validitas surat suara serta logistik pengiriman suara dari pemilih di luar negeri yang memakan waktu cukup panjang.
Menanggapi kondisi sosial di negaranya, Fujimori mengakui bahwa Peru saat ini sedang berada dalam situasi yang terpecah menjadi dua kubu. Ia berjanji bahwa sejak hari pelantikannya pada 28 Juli mendatang, fokus utama pemerintahannya adalah pemulihan ketertiban umum serta implementasi kebijakan yang pro-rakyat untuk mendorong kemajuan nasional.
Otoritas pemilihan umum Peru diperkirakan akan segera merilis pengumuman resmi mengenai pemenang pilpres ini pada pertengahan Juli. Sementara itu, para pendukung dari kedua kubu masih terus memantau perkembangan situasi, dengan harapan bahwa transisi kepemimpinan mendatang dapat membawa stabilitas politik yang sangat dibutuhkan oleh Peru saat ini.