Internasional

Pakar Hukum: Larangan Pasar Prediksi di Hong Kong Belum Cukup Atasi Risiko

Ringkasan

  • Pakar hukum di Hong Kong memperingatkan bahwa pelarangan pasar prediksi daring tidak akan cukup efektif karena tantangan teknis dalam penegakan hukum.

Pasar prediksi saat ini berada dalam area abu-abu di bawah regulasi hukum perjudian Hong Kong. Para ahli memperingatkan bahwa platform taruhan yang semakin populer ini dapat menimbulkan risiko serius terkait manipulasi pasar serta perlindungan konsumen yang belum memadai. Meskipun ada desakan untuk segera melakukan tindakan tegas, tantangan regulasi menjadi hambatan utama.

Sejumlah praktisi hukum dan anggota legislatif menyatakan bahwa meskipun pelarangan akses dapat membatasi penggunaan platform taruhan yang tidak teregulasi tersebut, pihak berwenang akan menghadapi kesulitan besar dalam pengumpulan bukti. Proses penuntutan hukum terhadap pelaku di ruang siber dinilai menjadi tantangan teknis dan yurisdiksi yang kompleks bagi aparat penegak hukum.

PJ Kaur, penasihat hukum kekayaan intelektual di firma hukum Hogan Lovells, mengungkapkan bahwa jika larangan resmi diberlakukan, otoritas akan menghadapi kendala praktis dalam menindak individu yang terlibat dalam transaksi pasar prediksi daring. Sifat anonim dan desentralisasi dari platform ini membuat pelacakan menjadi sangat sulit bagi regulator tradisional.

Isu mengenai pasar prediksi mulai mendapat perhatian serius di Hong Kong pada bulan April lalu. Saat itu, pemerintah memutuskan untuk menunda rencana legalisasi taruhan bola basket. Keputusan tersebut diambil karena kekhawatiran bahwa pertumbuhan pesat platform pasar prediksi dapat memicu perjudian ilegal secara tidak langsung, yang berpotensi merusak integritas sosial dan ekonomi.

Platform pasar prediksi, yang umumnya beroperasi melalui situs web luar negeri, memungkinkan pengguna melakukan perdagangan berbasis kerumunan (crowdsourced) atas berbagai peristiwa masa depan. Topik taruhan yang ditawarkan sangat luas, mulai dari prakiraan cuaca harian hingga keputusan politik krusial, seperti hasil pemilihan umum dan perkembangan geopolitik global yang sensitif.

Data dari DeFiLlama, basis data terbuka untuk keuangan terdesentralisasi, menunjukkan skala ekonomi yang masif dari platform ini. Dua pemain terbesar, Polymarket yang berbasis di New York dan Kalshi, mencatatkan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi. Polymarket dilaporkan mencatat transaksi senilai US$1,1 miliar dalam tujuh hari terakhir, sementara volume perdagangan di Kalshi mencapai angka US$2,83 miliar, mencerminkan betapa cepatnya sektor ini berkembang di tingkat global.

Mengapa Ini Penting

Fenomena pasar prediksi menunjukkan bagaimana teknologi finansial dapat disalahgunakan untuk spekulasi yang tidak teregulasi, yang relevan bagi regulator di Indonesia dalam mengawasi platform investasi digital. Hal ini menekankan perlunya kerangka hukum yang adaptif terhadap aset digital dan situs taruhan lintas negara yang sulit dijangkau hukum lokal.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit