Ketegangan di perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melaporkan pencegatan terhadap empat unit drone yang diluncurkan dari wilayah Afghanistan. Pihak militer Pakistan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan melumpuhkan platform udara yang dianggap bermusuhan tersebut di provinsi Balochistan. Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara tetangga tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Taliban mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan kepada kelompok afiliasi ISIL (ISIS) yang beroperasi di wilayah perbatasan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas serangan udara yang dilakukan Pakistan ke wilayah timur Afghanistan beberapa hari sebelumnya yang dilaporkan menelan korban jiwa.
Militer Pakistan memberikan peringatan keras kepada pihak Taliban melalui pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa jika provokasi udara terus berlanjut, Pakistan tidak akan segan-segan memberikan balasan setimpal yang akan berdampak serius bagi stabilitas pemerintahan di Kabul. Retorika ini mencerminkan meningkatnya ketidakpercayaan antara kedua belah pihak sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada tahun 2021.
Secara teknis, Taliban tidak memiliki angkatan udara konvensional atau jet tempur yang mumpuni. Namun, mereka tercatat mulai menggunakan drone berukuran kecil dalam konflik perbatasan ini. Penggunaan teknologi drone yang relatif sederhana ini menjadi tantangan baru bagi jaringan pertahanan udara Pakistan, yang selama ini lebih fokus pada ancaman konvensional dari negara-negara tetangga.
Hubungan bilateral kedua negara terus merosot sejak Februari lalu, ketika Afghanistan melancarkan serangan balasan setelah Pakistan melakukan operasi udara di dalam wilayah kedaulatan Afghanistan. Ketegangan ini dipicu oleh tuduhan Islamabad bahwa pemerintah Taliban di Kabul memberikan tempat berlindung bagi kelompok bersenjata, khususnya Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang bertanggung jawab atas berbagai serangan kekerasan di Pakistan.
Sebaliknya, pejabat Afghanistan membantah keras tuduhan tersebut dan justru menuding Pakistan sebagai pihak yang menampung kelompok-kelompok yang memusuhi kedaulatan Afghanistan. Dengan ratusan orang tewas akibat pertempuran lintas batas dalam beberapa bulan terakhir, situasi keamanan di kawasan Asia Selatan ini menjadi semakin tidak menentu dan berpotensi menciptakan krisis kemanusiaan yang lebih luas di wilayah perbatasan yang rawan konflik.