Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, menegaskan bahwa Hong Kong memiliki posisi strategis yang unik untuk menjadi jembatan utama dalam narasi 'China Opportunity 2.0' yang dicanangkan oleh Beijing. Dalam blog mingguan terbarunya, Chan menyebutkan bahwa Hong Kong berperan sebagai katalisator bagi ekspansi global perusahaan-perusahaan asal daratan Tiongkok di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Konsep 'China Opportunity 2.0' pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, dalam ajang World Economic Forum (WEF) atau yang dikenal sebagai Summer Davos di Dalian pekan lalu. Narasi ini merupakan respons strategis untuk menepis istilah 'China Shock 2.0' yang kerap digunakan pihak Barat, yang menyoroti dominasi barang-barang Tiongkok di pasar global pascapandemi serta fokus negara tersebut pada kemandirian industri.
Chan menekankan bahwa Hong Kong memanfaatkan keunggulan sistem 'satu negara, dua sistem' untuk menerjemahkan peluang dari daratan Tiongkok menjadi aset yang lebih mudah dipahami oleh investor internasional. Melalui infrastruktur keuangan, talenta global, dan kerangka institusional yang kuat, kota ini mampu mengubah kekuatan teknologi Tiongkok menjadi nilai aset yang diakui oleh modal global.
Salah satu instrumen utama yang didorong oleh pemerintah Hong Kong adalah proyek megapolitan Northern Metropolis. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat bagi perusahaan Tiongkok untuk melakukan komersialisasi hasil riset dan memperdalam kolaborasi teknologi. Integrasi ini diharapkan mampu menjembatani celah antara inovasi riset di daratan dengan kebutuhan pasar internasional.
Selain menghadiri Summer Davos, Chan juga melakukan kunjungan kerja ke kota Xian untuk meninjau perkembangan industri kedirgantaraan komersial. Kunjungan ini menegaskan komitmen Hong Kong dalam mendukung sektor-sektor teknologi tinggi di Tiongkok agar dapat lebih terhubung dengan ekosistem bisnis global yang lebih luas.
Dengan mengambil peran sebagai penghubung finansial dan teknologi, Hong Kong berupaya memastikan bahwa peluang yang diciptakan oleh pasar besar Tiongkok dapat dikonversi menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional yang tetap relevan di tengah pergeseran kebijakan ekonomi dunia.