SINGAPURA – Pritam Singh secara resmi tetap menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Workers’ Party (WP) setelah memenangkan pemungutan suara rahasia dalam konferensi khusus kader partai yang digelar pada Minggu (28/6). Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisinya di tengah dinamika internal partai oposisi utama Singapura tersebut. Selain pemilihan Sekjen, partai juga menyelenggarakan pemilihan dua tahunan untuk menentukan susunan pengurus Central Executive Committee (CEC).
Dalam struktur kepemimpinan yang baru, Sylvia Lim kembali terpilih sebagai Ketua CEC. Sebanyak 12 anggota lainnya juga telah dipilih oleh para kader untuk menduduki badan pembuat keputusan tertinggi partai tersebut. Daftar anggota CEC yang baru mencakup nama-nama prominen seperti mantan Sekjen Low Thia Khiang, serta tokoh-tokoh muda seperti Jamus Lim, He Ting Ru, dan Gerald Giam. Proses pemilihan ini berjalan sesuai dengan konstitusi partai yang menuntut legitimasi kuat dari para kader.
Konferensi khusus ini diselenggarakan sebagai respons atas tuntutan dari 25 anggota kader yang diajukan pada akhir tahun lalu. Tuntutan tersebut meminta Pritam Singh untuk memberikan pertanggungjawaban atas vonis pengadilan terkait dakwaan berbohong kepada Komite Hak Istimewa Parlemen. Para pengusul mendesak agar Singh mundur dari jabatannya atau menghadapi mekanisme pemungutan suara rahasia sebagai bentuk uji kepercayaan anggota partai.
Sebelum konferensi berlangsung, mantan Sekretaris Jenderal Low Thia Khiang yang memimpin partai selama periode 2001 hingga 2018, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Singh. Dukungan dari tokoh senior ini dinilai menjadi faktor krusial yang menstabilkan situasi internal partai di tengah tekanan politik yang cukup berat akibat kasus hukum yang menjerat Singh.
Sebelumnya, CEC telah mengeluarkan surat teguran resmi kepada Singh setelah melalui proses disiplin internal. Panel disiplin yang terdiri dari Jamus Lim, He Ting Ru, dan Png Eng Huat menyatakan bahwa meskipun Singh melanggar konstitusi partai, ia tidak terbukti memiliki niat buruk terhadap prinsip atau kepentingan partai. Kasus ini bermula dari vonis Pengadilan Tinggi Singapura pada Desember 2025 terkait pernyataan palsu yang dibuat oleh mantan anggota parlemen WP, Raeesah Khan.
Pasca vonis tersebut, posisi politik Singh sempat terguncang. Perdana Menteri Lawrence Wong telah mencabut statusnya sebagai Pemimpin Oposisi di Parlemen dan meminta WP untuk menunjuk pengganti. Namun, hingga saat ini, partai tetap solid dan menolak untuk mengganti posisi tersebut. Bertahannya Singh sebagai Sekjen menegaskan bahwa basis dukungan internal partai masih sangat kuat, meskipun tantangan hukum dan politik di tingkat nasional masih membayangi langkah partai ke depan.