Sekretaris Jenderal Partai Pekerja (Workers’ Party) Singapura, Pritam Singh, berhasil melewati tantangan politik terbesar dalam karier kepemimpinannya sejak tahun 2018. Sumber internal partai mengonfirmasi bahwa Singh sukses memenangkan mosi tidak percaya yang diajukan oleh sejumlah kader internal yang menuntut pengunduran dirinya.
Konferensi khusus yang diselenggarakan pada Minggu pagi tersebut dipicu oleh desakan dari 25 kader partai. Kelompok ini menuduh anggota parlemen daerah pemilihan Aljunied tersebut telah melanggar konstitusi partai. Tekanan ini menjadi ujian signifikan bagi stabilitas kepemimpinan Singh di tengah dinamika internal partai oposisi paling berpengaruh di Singapura tersebut.
Tak lama setelah mosi tersebut digagalkan, Singh yang kini berusia 49 tahun kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal dalam pertemuan kader biasa dwitahunan partai pada Minggu sore. Dalam pemilihan untuk komite eksekutif pusat tersebut, Singh tercatat maju tanpa lawan, sebuah pola yang serupa dengan pemilihan pada tahun 2020, 2022, dan 2024.
Ketegangan internal ini berakar dari kekhawatiran kader mengenai cara Singh menangani skandal kebohongan yang dilakukan mantan anggota parlemen partai, Raeesah Khan, di gedung parlemen pada tahun 2021. Kasus tersebut berujung pada tuntutan hukum terhadap Singh, di mana ia dijatuhi hukuman denda sebesar S$14.000 tahun lalu karena memberikan keterangan tidak benar kepada komite parlemen.
Partai Pekerja saat ini diketahui memiliki sekitar 120 kader aktif. Menurut informasi dari orang dalam, kelompok 25 kader yang menentang kepemimpinan Singh sebagian besar terdiri dari anggota senior atau 'old guard' yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan sikap skeptis terhadap arah kepemimpinan sang Sekretaris Jenderal.
Hasil dari pemilihan kepemimpinan ini mempertegas posisi Singh di pucuk pimpinan partai meskipun menghadapi tantangan hukum dan kritik internal yang cukup keras. Dengan tetap solidnya dukungan mayoritas kader, Singh kini diharapkan dapat mengonsolidasikan kembali kekuatan Partai Pekerja menjelang agenda politik Singapura selanjutnya.