Berita

PDIP Nonaktifkan Veronika Lake Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha

PDIP Nonaktifkan Veronika Lake Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Ringkasan

  • DPC PDIP menonaktifkan Veronika Lake pasca dugaan intimidasi terhadap dr.
  • Icha yang memicu polemik publik di NTT.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, resmi menonaktifkan Veronika Lake dari jabatannya sebagai kader partai. Langkah tegas ini diambil menyusul keterlibatan anggota DPRD TTU tersebut dalam dugaan aksi intimidasi terhadap mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, sebelum yang bersangkutan meninggal dunia.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menjelaskan bahwa penonaktifan ini dilakukan setelah Badan Kehormatan DPC PDIP TTU melakukan pemeriksaan dan konfirmasi langsung kepada Veronika. Keputusan ini berlaku selama proses hukum di kepolisian masih berjalan, sebagai bentuk komitmen partai dalam menjaga integritas dan etika anggotanya di mata publik.

Meski demikian, pihak partai belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai status Veronika sebagai anggota legislatif di DPRD TTU. Andreas menyatakan bahwa sanksi lebih jauh masih menunggu hasil penyidikan kepolisian, mengingat kasus ini masih dalam tahap dugaan awal dan belum ada bukti keterkaitan langsung antara insiden intimidasi dengan penyebab kematian dokter tersebut.

Kasus ini bermula dari insiden di IGD RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni lalu. Saat itu, dr. Icha sedang menangani seorang anak korban gigitan ular hijau. Diduga, Veronika Lake bersama dua anggota DPRD lainnya, yakni Therensius Lazakar dari Golkar dan Robert Tubani dari PKB, mendatangi rumah sakit dan melakukan tindakan intimidasi dengan nada tinggi kepada dokter tersebut.

Keluarga dr. Icha, melalui perwakilannya Victor Manbait, mengungkapkan bahwa almarhumah sempat mengalami tekanan psikologis yang berat dan ketakutan akibat bentakan yang ia terima saat bertugas. Tekanan tersebut disinyalir menjadi salah satu faktor pemicu kondisi kesehatan mental dr. Icha yang menurun hingga akhirnya berujung pada peristiwa duka tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, Veronika Lake memberikan klarifikasi dengan membantah bahwa dirinya ikut masuk ke ruang ICU untuk melakukan intimidasi. Ia mengklaim bahwa rekan-rekannya telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak RS Leona dan Dokter Icha. Veronika juga menegaskan bahwa dirinya tidak kembali ke rumah sakit pada hari berikutnya dan menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya sang dokter.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan tenaga medis dari intimidasi oknum pejabat saat menjalankan tugas profesionalnya. Selain itu, langkah partai politik dalam menonaktifkan kader yang terlibat pelanggaran etika menjadi tolok ukur akuntabilitas lembaga legislatif di mata masyarakat.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit