Sekelompok pelajar dari Hong Kong mendapatkan pengalaman edukatif yang unik pada Jumat lalu dengan mengunjungi dua kapal perang milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy) yang sedang bersandar di Pangkalan Ngong Shuen Chau, Pulau Stonecutters. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengenalan pertahanan negara bagi generasi muda.
Dua kapal perang yang menjadi pusat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah kapal perusak berpeluru kendali Nanning dan kapal fregat berpeluru kendali Hengyang. Kapal-kapal ini tiba di Hong Kong pada Kamis sebelumnya untuk memulai kunjungan pelabuhan selama lima hari yang direncanakan secara khusus.
Kunjungan kapal perang ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan dirancang untuk memperingati hari jadi ke-29 kembalinya Hong Kong ke bawah kedaulatan Tiongkok yang jatuh pada tanggal 1 Juli. Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi patriotisme bagi para siswa sekolah menengah setempat.
Salah satu siswa dari Pui Kiu College, Jas Xu, mengungkapkan kekagumannya saat diberikan kesempatan untuk melihat langsung bagian dalam kabin kapal serta mengamati sistem kendali persenjataan modern yang terpasang. Baginya, pengalaman ini memberikan kesan visual yang sangat mendalam mengenai kecanggihan teknologi militer yang dimiliki oleh angkatan laut saat ini.
Xu menambahkan bahwa kegiatan lapangan ini secara signifikan telah memupuk minatnya yang memang sudah ada sejak lama terhadap bidang militer dan strategi pertahanan. Ia secara khusus menyoroti keberadaan meriam kapal yang berukuran sangat besar, yang menurutnya merupakan pemandangan yang belum pernah ia saksikan sebelumnya secara langsung.
Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara militer dan masyarakat sipil, khususnya kalangan pelajar di Hong Kong. Melalui interaksi langsung dengan personel militer dan teknologi pertahanan, diharapkan pemahaman generasi muda mengenai kedaulatan negara dan pentingnya sektor pertahanan dapat semakin meningkat.