Seorang pelajar berusia 18 tahun berinisial B dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Taman Kota, Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (1/7) dini hari. Insiden tragis yang melibatkan kendaraan roda empat ini memicu simpang siur informasi mengenai penyebab sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, korban diduga sedang berlarian di jalan raya saat kejadian berlangsung. Pihak kepolisian sempat menerima informasi awal yang mengaitkan insiden tersebut dengan aksi tawuran antar kelompok remaja di lokasi kejadian.
Namun, narasi mengenai keterlibatan korban dalam tawuran dibantah keras oleh pihak keluarga. Daru, kakak kandung korban, menjelaskan bahwa keluarga menerima kabar duka pada pukul 04.00 WIB. Ia menegaskan bahwa adiknya murni menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum seperti tawuran.
Menurut keterangan Daru, kondisi fisik korban saat ditemukan mengalami sejumlah luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh. Pihak keluarga menduga terdapat luka dalam atau pendarahan otak yang menjadi penyebab utama wafatnya korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga, korban diduga tertabrak oleh kendaraan jenis mobil boks yang melintas di kawasan tersebut.
Karena meyakini bahwa peristiwa ini adalah murni kecelakaan lalu lintas, pihak keluarga memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum lebih lanjut. Kepolisian, dalam hal ini Unit Laka Lantas, tetap melakukan koordinasi terkait penanganan insiden tersebut guna memastikan kronologi kejadian di lapangan tetap terdata sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini telah diserahkan sepenuhnya kepada Unit Laka Lantas. Meskipun sempat beredar rumor mengenai aksi tawuran, aparat kepolisian terus mendalami keterangan saksi serta bukti di lapangan untuk memastikan penyebab pasti yang merenggut nyawa pelajar tersebut di salah satu jalur tersibuk di Jakarta Barat ini.