Pelatih tim nasional Cape Verde, Bubista, tampil di hadapan awak media dengan mengenakan bendera negaranya di bahu, sebagai simbol kebanggaan. Ia menjadi sosok yang paling dicari setelah berhasil membawa salah satu negara terkecil di dunia sepak bola ini menembus babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pencapaian ini diraih setelah mereka menahan imbang Arab Saudi 0-0, yang melengkapi perjalanan fase grup dengan tiga hasil imbang berturut-turut.
Nasib Cape Verde sempat berada di ujung tanduk karena mereka harus menunggu hasil pertandingan antara Spanyol melawan Uruguay. Para pemain bahkan tetap berada di lapangan dengan ponsel di tangan, memantau detik-detik terakhir kemenangan 1-0 Spanyol yang memastikan langkah mereka. Ketegangan yang mencekam seketika berubah menjadi luapan kegembiraan yang luar biasa di dalam stadion.
Bagi Bubista, keberhasilan ini bukanlah sebuah keajaiban atau dongeng belaka. Pria berusia 56 tahun yang merupakan mantan pemain bertahan ini menekankan bahwa kesuksesan timnya dibangun di atas kerja keras, disiplin tinggi, dan penolakan untuk tunduk di bawah tekanan. Ia mengaku sangat bangga karena timnya mampu menyelesaikan fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan, sebuah bukti nyata dari organisasi permainan yang solid.
Cape Verde kini mencatatkan diri sebagai negara terkecil yang pernah menembus babak gugur Piala Dunia. Sebagai hadiah atas kerja keras tersebut, mereka akan menghadapi juara bertahan, Argentina, di babak 32 besar. Bubista mengakui bahwa meskipun awalnya terasa sulit dipercaya, timnya selalu memiliki keyakinan bahwa mereka mampu mencapai tahap ini jika mereka mampu menunjukkan kualitas permainan terbaik di hadapan dunia.
Menyinggung soal kunci keberhasilan, Bubista menyoroti persatuan dan ketangguhan mental skuadnya. Meskipun berada dalam situasi sulit di fase grup, para pemain menunjukkan karakter luar biasa dengan tetap tenang dan fokus pada rencana permainan. Baginya, etos kerja adalah segalanya, dan ia selalu menanamkan kepada pemain bahwa kerja keras akan memberikan martabat serta hasil yang setimpal bagi setiap individu.
Menatap laga melawan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, Bubista menegaskan bahwa timnya akan bermain dengan rasa hormat namun tetap mempertahankan identitas mereka sendiri. Ia menganggap pertandingan ini sebagai sebuah kehormatan, mengingat adanya ikatan sejarah antara Cape Verde dan Argentina melalui migrasi warga. Timnya berjanji untuk tampil dengan sikap yang benar, penuh tanggung jawab, dan tanpa rasa takut sedikit pun.