MONTERREY, Meksiko – Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, memberikan klarifikasi terkait keputusannya untuk mencadangkan kapten sekaligus bintang utama tim, Son Heung-min, pada laga krusial melawan Afrika Selatan yang berakhir dengan kekalahan 1-0. Keputusan taktis tersebut diambil dengan harapan sang penyerang dapat memberikan dampak maksimal saat lawan mulai kelelahan.
Dalam penjelasannya, Hong Myung-bo mengungkapkan bahwa strategi tersebut dirancang untuk mengeksploitasi ruang yang tercipta di lini pertahanan Afrika Selatan pada babak kedua. Ia menilai bahwa ketika pemain lawan mulai kehilangan energi dan intensitas permainan menurun, kecepatan dan naluri mencetak gol Son akan menjadi senjata yang sangat mematikan bagi pertahanan lawan.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus di lapangan. Meskipun Son Heung-min masuk menggantikan Hwang Hee-chan segera setelah turun minum, ia kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Kehadiran bintang Tottenham Hotspur tersebut gagal memberikan dampak signifikan yang diharapkan pelatih untuk memecah kebuntuan atau setidaknya menyamakan kedudukan bagi tim Negeri Ginseng.
Hong secara terbuka mengakui bahwa timnya gagal menampilkan performa terbaik dalam pertandingan ini. Ia menyoroti banyaknya kesalahan koordinasi di lini tengah yang membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri sepanjang babak kedua. Menurutnya, kegagalan dalam menjaga aliran bola menjadi faktor utama yang merusak rencana permainan yang telah disusun dengan matang sebelumnya.
"Kami sudah melakukan persiapan yang sangat baik, namun jika dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya, kami membuat terlalu banyak kesalahan sendiri di lini tengah. Hal inilah yang membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri. Kami tahu bagaimana seharusnya kami bermain, tetapi kenyataannya kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik dari hari ini," ungkap Hong Myung-bo usai pertandingan.
Akibat kekalahan ini, Korea Selatan harus finis di posisi ketiga Grup A dengan mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni. Nasib mereka untuk melaju ke babak selanjutnya kini berada di ujung tanduk dan sangat bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain, sebuah situasi yang menempatkan tim asuhan Hong Myung-bo dalam posisi sulit untuk menentukan kelolosan mereka secara mandiri.