Internasional

Lebih dari 30 Negara Konfirmasi Kehadiran dalam Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Ringkasan

  • Lebih dari 30 negara dan tokoh dari 90 negara lebih dijadwalkan hadir dalam rangkaian upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang akan berlangsung hingga 9 Juli mendatang.

Teheran menjadi pusat perhatian dunia internasional dalam beberapa hari ke depan seiring dengan persiapan rangkaian upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa peristiwa ini dipandang sebagai momen diplomatik paling krusial bagi kawasan Asia Barat dan komunitas global.

Dalam konferensi pers mingguan yang digelar di Teheran pada Selasa (30/6), Baghaei menegaskan bahwa seluruh negara tetangga Iran telah berkomitmen untuk mengirimkan perwakilan resmi. Koordinasi intensif terus dilakukan, termasuk melalui kunjungan diplomatik Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, ke Irak untuk memastikan kelancaran rangkaian prosesi yang melibatkan lintas negara.

Ali Akbar Pourjamshidian, Wakil Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus Kepala Markas Penyelenggara Pemakaman, mengungkapkan skala besar dari acara ini. Menurut data terbaru, lebih dari 30 negara serta tokoh agama terkemuka dari lebih dari 90 negara telah menyatakan kesediaan mereka untuk hadir memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tersebut.

Rangkaian agenda penghormatan akan dimulai dengan upacara resmi di Teheran pada Jumat (3/7), yang dihadiri oleh para pemimpin dunia, pejabat tinggi negara, serta tokoh agama internasional. Prosesi perpisahan kemudian akan dilanjutkan di aula salat Mosalla Imam Khomeini mulai Sabtu (4/7) pagi hingga Minggu (5/7) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas.

Prosesi pemakaman inti dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7), di mana otoritas setempat mengantisipasi kehadiran massa dalam jumlah yang sangat besar, baik dari dalam negeri maupun para pelayat dari negara-negara kawasan. Mobilisasi keamanan dan logistik telah dipersiapkan secara ketat untuk menampung lonjakan massa di berbagai titik prosesi.

Setelah rangkaian agenda di Teheran, jenazah akan dibawa ke Kota Qom pada 7 Juli untuk upacara lanjutan, sebelum dipindahkan ke Irak pada 8 Juli. Akhir dari rangkaian perjalanan duka ini adalah prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada 9 Juli. Peristiwa ini menandai babak baru bagi Iran setelah Mojtaba Khamenei resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru menggantikan mendiang ayahnya.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menjadi indikator penting stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada harga minyak global dan jalur perdagangan energi. Bagi Indonesia, kehadiran delegasi dalam prosesi ini menjadi cerminan posisi strategis politik luar negeri Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik dengan Iran di tengah transisi kepemimpinan nasional mereka.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit