Pembangunan proyek Flyover Latumeten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, kini menjadi harapan baru bagi warga untuk mengatasi persoalan kemacetan menahun. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 mendatang. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, memastikan bahwa pengerjaan proyek tersebut saat ini masih berjalan sesuai jadwal atau on the track.
Kehadiran flyover ini diproyeksikan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut hingga 40 persen. Kenneth menjelaskan bahwa pembangunan ini berawal dari aspirasi warga yang mengeluhkan kemacetan parah akibat perlintasan kereta api. Keresahan tersebut kemudian direspons dengan melakukan kajian mendalam sebelum akhirnya masuk ke tahap lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung tahun 2025.
Selain sebagai solusi pengurai kemacetan kendaraan pribadi, Flyover Latumeten dirancang dengan konsep integrasi antarmoda yang komprehensif. Proyek ini akan menghubungkan berbagai layanan transportasi publik, mulai dari KRL Commuter Line hingga bus Transjakarta. Langkah ini diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang lebih efisien.
Untuk mendukung kenyamanan pengguna, pemerintah juga akan membangun fasilitas pendukung berupa skywalk yang dilengkapi dengan lift. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dibangun nantinya dipastikan ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang membawa kereta bayi. Penambahan lift ini menjadi poin krusial agar akses menuju halte Transjakarta menjadi lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh semua kalangan.
Lebih lanjut, sistem integrasi ini mencakup konektivitas yang lebih baik antara kawasan Flyover Latumeten dengan jaringan layanan Transjakarta, JakLingko, dan KRL Commuter Line. Dengan adanya koneksi antarmoda yang seamless, perpindahan antar moda transportasi diharapkan dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien bagi para komuter yang beraktivitas di Jakarta Barat.
Hardiyanto Kenneth menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya akan memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Pembangunan fasilitas publik yang terintegrasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan manusiawi bagi seluruh warga ibu kota.