Nasional

Pembangunan Saluran Jacking Ciracas Target Rampung Desember 2026

Pembangunan Saluran Jacking Ciracas Target Rampung Desember 2026

Ringkasan

  • Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan pembangunan saluran drainase metode jacking sepanjang 406 meter di Jalan Raya PKP selesai pada 15 Desember 2026 untuk mengatasi banjir berulang di Ciracas dan Kelapa Dua Wetan.

Pemerintah Kota Jakarta Timur menetapkan target selesai pembangunan saluran drainase dengan metode jacking di Jalan Raya Pondok Karya Pembangunan (PKP) pada 15 Desember 2026. Proyek yang dimulai sejak 2 Juli 2026 ini dirancang berlangsung selama 167 hari kerja untuk membangun saluran sepanjang 406 meter yang melintasi Kelurahan Kelapa Dua Wetan dan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengonfirmasi bahwa hingga saat ini progres fisik baru mencapai sekitar 15 persen, dengan panjang terbangung sekitar 50 meter. "Kalau progres, baru 15 persen, karena dari panjang 406 meter, dan baru sekitar 50 meter yang baru dibangun ini," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Saluran ini dirancang mengarah dari area Taufik Hidayat Arena (THA) menuju Kali Cipinang.

Pemilihan metode jacking bukan tanpa alasan. Teknik penggalian bawah tanah tanpa membuka permukaan jalan ini dipilih mengingat kontur tanah di wilayah tersebut yang naik-turun. Metode konvensional dengan pembukaan lapisan aspal justru berisiko memperparah kemacetan dan merusak struktur jalan yang sudah ada. Jacking memungkinkan pemasangan pipa beton presisi tinggi sambil menjaga stabilitas tanah di sekelilingnya.

Masalah banjir di Ciracas dan Kelapa Dua Wetan sudah menjadi keluhan tahunan warga setiap memasuki musim hujan. Kedua kelurahan ini berada di aliran hilir Kali Cipinang dengan topografi cekungan, membuat air sulit mengalir alami saat debit sungai melonjak. Banjir rob dan genangan hingga 50 sentimeter kerap melumpuhkan aktivitas warga, merendam rumah, dan melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Raya PKP — akses utama penghubung Ciracas ke kawasan Cibubur dan Jagorawi.

Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur mencatat bahwa selama lima tahun terakhir, titik ini masuk daftar prioritas penanganan banjir bersama 14 lokasi lain di Jakarta Timur. Normalisasi Kali Cipinang yang dilakukan bertahap sejak 2021 belum sepenuhnya menyentuh saluran sekunder di tingkat kelurahan. Pembangunan saluran jacking ini menjadi pelengkap krusial: menyalurkan air hujan dari area padat penduduk langsung ke sungai induk tanpa bergantung pada saluran terbuka yang tersumbat sampah dan lumpur.

Dampak proyek ini terasa langsung bagi ribuan penduduk dan pengendara. Selama konstruksi berlangsung, Jalan Raya PKP mengalami penyempitan hingga satu jalur, memicu kemacetan panjang di jam sibuk. Warga yang bermukim di pinggir proyek juga mengeluhkan getaran alat bor dan debu. Munjirin meminta kesabaran: "Saya mohon dukungan dari masyarakat sekitar sini. Bagi yang biasa melewati jalan ini, yang terkena jacking, dan menjadi agak tersendat dan macet, mohon untuk kesabarannya."

Kendati demikian, respons warga cukup bervariasi. Beberapa menganggap proyek ini terlambat — seharusnya selesai sebelum musim hujan 2026. Lainnya memuji transparansi jadwal dan metode yang dipilih. Rahma Edwina, Sekretaris Camat Ciracas, menegaskan bahwa koordinasi dengan RT/RW dan pengelola THA sudah dilakukan untuk mengatur rute alternatif dan jadwal kerja malam guna meminimalkan gangguan.

Dari sisi teknis, proyek ini menguji ketahanan infrastruktur drainase Jakarta Timur menghadapi perubahan iklim. Intensitas hujan ekstrem yang semakin sering menuntut kapasitas saluran lebih besar dari standar desain 10 tahun lalu. Pip yang dipasang berdiameter 1,5 meter dengan kekuatan tekan tinggi, dirancak mengakomodasi debit banjir hingga 50 tahun sekali. Jika berhasil, model ini bisa direplikasi ke 13 titik banjir prioritas lain di Jakarta Timur.

Anggaran proyek bersumber dari APBD Jakarta Timur tahun anggaran 2026, dengan nilai kontrak yang tidak diungkapkan detailnya. Pengawasan dilakukan langsung oleh Suku Dinas SDA Jakarta Timur bersama kontraktor yang memiliki sertifikat keahlian jacking. Setiap 50 meter pemasangan pipa diuji kebocoran dan kemiringan sebelum dilanjutkan ke segmen berikutnya.

Munjirin berharap proyek ini menjadi "penutup mata rantai" penanganan banjir di hilir Kali Cipinang. "Mudah-mudahan, akan bisa menghilangkan banjir di dua wilayah kelurahan tersebut yang setiap hujan selalu terkena banjir," ucapnya. Namun ia juga menyadari bahwa saluran fisik saja tidak cukup. Perilaku buang sampah sembarangan warga dan fungsi resapan tanah yang mengecil akibat betonisasi lahan tetap jadi tantangan jangka panjang.

Langkah selanjutnya setelah selesainya saluran jacking adalah pembangunan bangunan pengendali (gateway) di ujung hilir, penyediaan pompa sedot darurat, dan penguatan sistem early warning banjir berbasis sensor IoT yang sudah dipilot di Kali Cakung. Pemkot Jakarta Timur juga menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama rampung 2028 sebagai upaya sistemik menyelesaikan banjir di wilayah timur Ibukota.

Mengapa Ini Penting

Proyek saluran jacking di Ciracas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan uji nyata kemampuan tata kelola kota Jakarta Timur mengatasi banjir struktural dengan pendekatan teknis modern. Keberhasilan proyek ini akan menentukan apakah metode jacking — yang mahal tapi minim gangguan sosial — layak direplikasi ke 13 titik banjir prioritas lain. Lebih jauh, ini menguji komitmen pemda dalam menyelaraskan perencanaan drainase dengan realitas perubahan iklim: hujan lebih ekstrem, lahan resapan mengecil, dan kepadatan penduduk yang tak terkendali. Jika gagal tepat waktu, musim hujan 2026/2027 akan mengulang tragedi genangan yang merugikan ekonomi rumah tangga dan mengikis kepercayaan publik pada program mitigasi banjir.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Pembangunan Saluran Jacking Ciracas Target Rampung Desember 2026"?

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan pembangunan saluran drainase metode jacking sepanjang 406 meter di Jalan Raya PKP selesai pada 15 Desember 2026 untuk mengatasi banjir berulang di Ciracas dan Kelapa Dua Wetan.

Mengapa Nasional ini penting?

Proyek saluran jacking di Ciracas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan uji nyata kemampuan tata kelola kota Jakarta Timur mengatasi banjir struktural dengan pendekatan teknis modern. Keberhasilan proyek ini akan menentukan apakah metode jacking — yang mahal tapi minim gangguan sosial — layak direplikasi ke 13 titik banjir prioritas lain. Lebih jauh, ini menguji komitmen pemda dalam menyelara

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
4 September 2026
Waktu Baca
5 menit