Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat telah mencapai kesepakatan krusial mengenai percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas warga segera pulih.
Kesepakatan tersebut difinalisasi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Selasa (7/7). Pertemuan strategis ini melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pihak Kejaksaan, hingga perwakilan tokoh masyarakat setempat guna menyelaraskan kebijakan penanganan bencana.
Tito Karnavian menekankan bahwa pengambilan keputusan dilakukan setelah mendengar aspirasi langsung dari masyarakat terdampak. Hal ini bertujuan agar langkah penanganan yang diambil benar-benar menjadi prioritas kebutuhan warga. Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif gotong royong masyarakat yang secara swadaya berusaha memperbaiki akses jalan di tengah keterbatasan pascabencana.
Salah satu fokus utama dalam pemulihan ini adalah Jembatan Enang-Enang yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Gayo. Pemerintah memutuskan untuk tetap mempertahankan jembatan tersebut, namun dengan catatan akan dilakukan penguatan struktur oleh Balai Pekerjaan Umum agar jembatan mampu menahan beban kendaraan bertonase besar dan menjamin keselamatan pengguna.
Selama masa pengerjaan penguatan struktur Jembatan Enang-Enang, pemerintah menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Werlah. Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan jalan tersebut, mulai dari pelebaran hingga peningkatan kualitas permukaan jalan, agar dapat difungsikan secara optimal sebagai akses transportasi sementara bagi mobilitas masyarakat.
Selain rehabilitasi infrastruktur eksisting, pemerintah juga menyepakati rencana pembangunan jembatan permanen baru yang lebih modern. Infrastruktur ini nantinya diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas warga sekaligus ikon kebanggaan baru bagi kawasan Tanah Gayo. Sebagai bentuk dukungan nyata, Satgas PRR turut menyerahkan bantuan satu unit kendaraan tangki air kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat pascabencana.