Bisnis & Startup

Pemerintah Perkuat Ekosistem Event Nasional via Platform Digital dan KEN

Ringkasan

  • Kementerian Pariwisata memperkenalkan platform digital Event by Indonesia dan program KEN di Jakarta, Rabu, guna menguatkan ekosistem penyelenggaraan acara serta mendorong perputaran ekonomi nasional.

Kementerian Pariwisata secara resmi memprioritaskan penguatan ekosistem usaha penyelenggaraan acara melalui dua inisiatif utama: platform digital Event by Indonesia dan program Karisma Event Nusantara (KEN). Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan event berkualitas dapat menjadi ciri khas Indonesia di kancah global sekaligus mendongkrak sektor pariwisata domestik.

Penyelenggaraan acara dinilai memiliki korelasi langsung dengan perkembangan destinasi wisata. Tidak sekadar menarik kunjungan, kegiatan berskala nasional maupun internasional ini membuka peluang kerja dan usaha bagi warga lokal, seniman, hingga pelaku UMKM. Efek pengganda (multiplier effect) pun menyebar luas di kawasan wisata, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Latar belakang kebijakan ini muncul dari kebutuhan akan sentralisasi informasi dan kolaborasi antarwilayah. Selama ini, promosi event lokal kerap tersebar dan tidak terintegrasi, sehingga sulit diakses wisatawan maupun investor. Kehadiran Event by Indonesia menjawab tantangan tersebut dengan menyajikan kalender acara terpadu, layanan pembelian tiket, hingga rekomendasi akomodasi dalam satu pintu digital.

Sementara itu, program KEN dirancang sebagai wadah ekspresi budaya sekaligus ruang kolaborasi antardaerah. Fokusnya bukan sekadar hiburan, melainkan bagaimana kearifan lokal dapat dikemas menjadi atraksi ekonomi. Strategi ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai hub penyelenggaraan acara kelas dunia pasca-pemulihan pariwisata.

Dukungan konkret pemerintah tercatat sejak awal tahun. Hingga 20 Juni 2026, KEN berhasil menarik 2,46 juta pengunjung melalui berbagai kegiatan yang berlangsung dari 1 Januari. Angka ini bukan sekadar statistik kunjungan, tetapi menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap atraksi budaya yang dikelola secara profesional di daerah.

Dampak ekonomi dari ekosistem ini sangat terukur. Sepanjang periode yang sama, KEN melibatkan 7.204 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap 61.868 tenaga kerja, pelaku seni, dan anggota komunitas. Total perputaran uang mencapai Rp196,97 miliar, membuktikan bahwa sektor event memiliki daya ungkit fiskal yang signifikan bagi ekonomi kerakyatan.

Pada tingkat makro, pemerintah mencatat 17 acara nasional dan delapan acara internasional telah mendapat dukungan resmi. Kompetisi dan festival berskala besar di paruh kedua 2026, seperti konser BTS "ARIRANG", The Weeknd "After Hours Til Dawn Tour", serta We The Fest, diproyeksikan memberikan efek kejut terhadap devisa dan okupansi hotel.

Segmen Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) turut menjadi tulang punggung strategi ini. Dari 11 kegiatan MICE yang didukung hingga akhir Juni, dua di antaranya telah menghasilkan potensi transaksi Rp485,5 miliar dan devisa Rp347,6 miliar. Angka fantastis ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai serius memposisikan diri dalam peta persaingan industri konferensi global.

"Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan Calendar of Events tersebut sebagai referensi, temukan event yang sesuai dengan minat, luangkan waktu untuk menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di destinasi-destinasi seluruh Indonesia," ujar Widiyanti. Ajakan ini disampaikan seiring peluncuran fitur Calendar of Events pada situs web resmi indonesia.travel.

Menteri Pariwisata juga menekankan optimisme terhadap kontribusi sektor ini hingga akhir tahun. Menurutnya, sinergi antara platform digital dan penyelenggaraan fisik akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Penyelenggaraan sejumlah festival dan pertunjukan berskala besar pada paruh kedua tahun 2026 akan berdampak signifikan terhadap perekonomian," tegasnya.

Ke depan, integrasi data antara platform digital dan destinasi wisata akan menjadi kunci. Pemerintah dituntut untuk memastikan infrastruktur teknologi pendukung, seperti sistem pembayaran dan pemesanan tiket, berjalan tanpa kendala saat lonjakan pengunjung terjadi. Tanpa manajemen data yang matang, potensi 2,46 juta pengunjung bisa menjadi beban operasional daripada aset ekonomi.

Tren kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku seni, dan platform teknologi diprediksi akan menguat. Event by Indonesia bukan sekadar etalase, melainkan infrastruktur digital yang memungkinkan UMKM lokal masuk ke rantai pasok pariwisata global. Jika dikelola konsisten, ekosistem ini dapat mentransformasi cara Indonesia mempromosikan budaya sekaligus mengamankan devisa negara.

Mengapa Ini Penting

Penguatan ekosistem event melalui platform digital seperti Event by Indonesia merupakan langkah krusial untuk mendemokratisasi akses promosi bagi pelaku wisata daerah yang selama ini terpinggirkan oleh biaya pemasaran konvensional. Integrasi data wisatawan dan kalender acara secara nasional akan memungkinkan pemerintah daerah menyusun strategi fiskal yang lebih presisi berbasis potensi lokal. Lebih dari itu, kolaborasi dengan penonton global melalui konser internasional berpotensi mempercepat adopsi sistem pembayaran digital lintas batas di Indonesia. Keberhasilan program ini akan menentukan apakah sektor pariwisata mampu bertransformasi dari sekadar destinasi menjadi industri penggerak devisa yang tangguh.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit