Para pemimpin dari lima negara utama Eropa (E5)—Inggris, Prancis, Italia, Polandia, dan Jerman—menggelar pertemuan strategis di Berlin untuk membahas langkah konkret guna mendukung Ukraina. Pertemuan ini diselenggarakan menjelang KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara, Turki, pada bulan Juli mendatang. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah untuk mengirimkan sinyal kuat kepada dunia, khususnya kepada Rusia, bahwa Ukraina tetap mendapatkan dukungan penuh dari sekutu Barat.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin E5 berkomitmen untuk meningkatkan bantuan secara substansial bagi pertahanan Ukraina. Dukungan ini mencakup penguatan sanksi ekonomi terhadap Rusia, tekanan diplomatik, serta pemberian bantuan khusus untuk menjaga ketahanan sektor energi Ukraina yang terus menjadi target serangan. Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga di tengah eskalasi konflik yang berkepanjangan.
Diskusi di Berlin ini juga melibatkan koordinasi dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, melalui konferensi video. Pertemuan ini dipandang sebagai upaya vital untuk menyelaraskan kebijakan Eropa sebelum para pemimpin dari 32 negara anggota NATO, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, berkumpul di Ankara pada 7-8 Juli nanti. Kanselir Merz menyatakan bahwa kesuksesan KTT ini akan memperkuat hubungan transatlantik sekaligus mempererat solidaritas di antara negara-negara Eropa.
Selain isu Ukraina, pertemuan tersebut juga membahas peran strategis Eropa dalam keamanan global. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyinggung potensi misi militer di Selat Hormuz. Namun, mereka menekankan bahwa langkah tersebut memerlukan prasyarat ketat, terutama terkait penyelesaian nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran mengenai pengawasan nuklir serta aset yang sempat dibekukan.
Dalam konteks diplomatik, Kanselir Merz berencana untuk segera memberikan laporan hasil pertemuan ini kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa komunikasi tetap terbuka dan posisi Eropa dapat dipahami dengan jelas oleh para pemimpin kunci global lainnya, mengingat dinamika politik yang terus berkembang menjelang KTT NATO.
Pertemuan di Berlin ini juga menjadi momen apresiasi bagi Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya. Rekan-rekan sejawatnya memuji peran Starmer dalam memperkuat kerja sama strategis di Eropa selama dua tahun terakhir. Para pemimpin E5 sepakat bahwa persatuan yang telah dibangun saat ini merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks di masa depan.