Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, dikabarkan masih terus berupaya mencari jalan untuk kembali ke negaranya secepat mungkin. Langkah ini tetap dilakukan meski upaya kepulangannya yang direncanakan pada pekan lalu terpaksa dibatalkan akibat intervensi diplomatik dan kekhawatiran akan stabilitas keamanan nasional di Venezuela.
Laporan dari Bloomberg yang dikutip oleh RIA Novosti menyebutkan bahwa Machado sebelumnya telah menyusun rencana perjalanan melalui Pulau Curacao. Dalam skema tersebut, ia bahkan telah menyewa kontraktor keamanan swasta untuk memfasilitasi kepulangannya sekaligus memberikan perlindungan selama berada di wilayah Venezuela. Tim keamanan tersebut dilaporkan sempat bersiaga di Curacao menunggu kedatangannya.
Namun, rencana tersebut batal setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal ketidaksetujuan. Washington dikabarkan telah mengomunikasikan posisinya kepada otoritas Belanda, pemerintah Venezuela, serta tim Machado. Amerika Serikat khawatir bahwa kembalinya Machado secara paksa dapat memicu konfrontasi langsung dengan pemerintahan yang berkuasa saat ini.
Kekhawatiran Washington juga didasari oleh situasi darurat di Venezuela pascagempa bumi mematikan yang terjadi pada hari Rabu. Pemerintah AS menilai bahwa kehadiran Machado dalam situasi krisis kemanusiaan tersebut berisiko mengalihkan perhatian publik dan otoritas dari upaya penyelamatan korban gempa yang sedang berlangsung secara intensif.
Dari sisi administratif, Machado menghadapi kendala serius karena tidak memiliki paspor yang masih berlaku. Kondisi ini membuatnya tidak dapat memasuki wilayah Venezuela secara legal tanpa izin khusus dari pemerintahan Presiden sementara, Delcy Rodriguez. Tanpa dokumen resmi, setiap upaya masuk ke negara itu berpotensi dianggap sebagai tindakan ilegal yang dapat berujung pada penahanan.
Kendati upaya pekan lalu gagal, Machado dikabarkan masih memiliki keinginan kuat untuk melakukan kunjungan singkat ke Venezuela. Meskipun belum ada kejelasan mengenai waktu atau metode yang akan digunakan selanjutnya, komitmen Machado menunjukkan dinamika politik yang tetap panas di tengah krisis kemanusiaan yang sedang menimpa rakyat Venezuela.